Ilmuwan Bawa Kabar Tak Sedap, Virus Corona Baru Tunggu Waktu!

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
06 October 2021 20:30
Researchers set up equipment for catch bat in front of cave inside Sai Yok National Park in Kanchanaburi province, west of Bangkok, Thailand, Friday, July 31, 2020. Thai researchers are collecting samples from bats to test if they could also carry a novel coronavirus, similar to what bats in China are found to have. The result could help answer the question everyone is asking – what's the origin of the COVID-19 virus? (AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Analis penyakit menular dunia mulai memberikan sebuah kabar soal ancaman baru mengenai potensi datangnya pandemi baru di masa yang akan datang. Tantangan tersebut timbul dengan kemungkinan munculnya penularan virus dari manusia ke hewan.

Mengutip The Star, Profesor Wang Linfa dari program Duke-NUS Emerging Infectious Diseases (EID) menyebut bahwa fenomena yang disebut reverse-zoonosis ini perlu diwaspadai. Pasalnya penularan seperti ini bisa memunculkan virus SARS-CoV-3 baru, yang akan timbul setelah Covid-19 atau SARS-CoV-2.

"Yang terjadi selanjutnya adalah penularan besar-besaran dari manusia... Tetapi yang mengejutkan kami adalah virus ini dapat dengan mudah berpindah dari manusia kembali ke hewan," kata Prof Wang dikutip Rabu (6/10/2021).


Ada beberapa laporan tentang hewan peliharaan yang tertular virus corona dari pemiliknya, tetapi sejauh ini tidak ada bukti penularan dari hewan ke pemiliknya.

"Akan mengkhawatirkan jika manusia dapat menginfeksi inang baru, seperti kelelawar di benua Amerika yang bukan reservoir alami virus tersebut," tambahnya.

Kemudian, ia juga menyebutkan bahwa bila sebuah virus tertular dari manusia ke kelelawar, virus itu akan langsung bisa ditularkan ke manusia lainnya.

"Kelelawar memiliki sistem kekebalan yang sangat unik karena mereka dapat mempertahankan virus tanpa mengembangkan penyakit. Namun, virus tersebut masih dapat bermutasi dan menularkan ke Hewan X, Y, atau Z. Jadi ketika virus yang bermutasi itu masuk ke Hewan X,Y,Z dan sampai ke manusia, maka di situlah kita mendapatkan Penyakit X,Y,Z atau Sars-CoV-3."

"Ketika kita lebih banyak melompat atau menyerang spesies lain, virusnya akan lebih banyak berubah. Salah satu virus baru ini kemudian bisa menjadi SARS-Cov-3," tambahnya.

Untuk menghadapi hal itu, Prof Wang menyarankan tiga tingkat kesiapsiagaan. Hal-hal tersebut adalah penelitian dan mitigasi risiko, tahap peringatan dini, dan juga pengembangan vaksin dan terapi.

"Ini sulit dideteksi, mengingat para ilmuwan tidak memiliki "bola kristal" untuk menentukan apakah virus tertentu yang mengelilingi hewan siap menyerang manusia," tuturnya.

"Oleh karena itu, untuk mencegah pandemi, para ilmuwan perlu bekerja dengan lembaga pemerintah dan badan pendanaan internasional untuk melakukan penilaian risiko dan menyiapkan tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cerita Tentang India yang Kini Mulai Berdoa ke Dewi Corona


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading