Bersiap! Warga +62 Bisa Belanja Pakai Rupiah di 2 Negara Ini

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
07 October 2021 09:34
Gedung BI

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) berencana untuk menjajaki penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan berbagai bank sentral di berbagai belahan dunia, salah satunya Arab Saudi dan India.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, saat ini otoritas moneter sudah menyepakati penggunaan QRIS dengan Bank of Thailand.

Lewat kerjasama penggunaan QRIS tersebut, maka akan memudahkan transaksi warga negara Indonesia (WNI) yang sedang melancong atau berkunjung di negara yang sudah disepakati penggunaan QRIS.


"Kita sudah melakukan piloting dengan Thailand. Sebentar lagi dengan negara lain seperti Malaysia, Singapura. Juga Arab Saudi dan India," ujar Perry dalam sebuah webinar, Rabu (6/10/2021).

Adapun rencananya, penggunaan QRIS akan mulai digunakan di negeri gajah pada Kuartal I-2022 mendatang. Saat ini, kedua negara tengah melakukan uji coba penggunaan QRIS.

Nantinya, QRIS akan bisa digunakan untuk transaksi keuangan yang terhubung dengan sejumlah bank yang sudah bekerja sama dalam program penggunaan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) atau disebut sebagai bank tertunjuk (Appointed Cross Currency Dealers/ACCD)

Mereka adalah BCA, BNI, dan BRI untuk di Indonesia. Sementara di Thailand, ada Bangkok Bank (BBL), Bank of Ayudhya (Krungsri), dan CIMB Thai Bank (CIMBT).

Dengan layanan ini, pengguna dari Indonesia dapat lebih mudah melakukan transaksi jika sedang berada di Thailand.

Pengguna dari Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran melalui gawai untuk memindai QR Code yang tersedia di seluruh merchant di Thailand.

Demikian pula dengan pengguna dari Thailand yang dapat menggunakan aplikasi pembayaran QR Code di seluruh merchant di seluruh Indonesia. Layanan ini juga tersedia untuk transaksi e-commerce antara Indonesia-Thailand dan sebaliknya.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading