Internasional

Bencana Baru Selain Covid Makin Ngeri, Ulama Dunia 'Teriak'

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
05 October 2021 08:50
A view of destroyed furniture in a field outside the village of Arloff, in Bad Munstereifel, Germany, Saturday, July 17, 2021. Politicians and weather forecasters have been shocked at the ferocity of the precipitation that caused flash flooding that has claimed more than 150 lives this week in Western Europe. Climate scientists say the link between extreme weather and global warming is unmistakable and the urgency to do something about climate change (Marius Becker/dpa via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemimpin agama dunia buka suara mengenai perubahan iklim. Mereka bersuara terkait KTT yang akan diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 31 OktoberĀ  di Glasgow, Inggris.

Melansir AFP, pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, mengatakan bahwa KTT COP ke-26 harus menawarkan solusi untuk ancaman krisis ekologi yang menimbulkan bencana bagi umat manusia. Ia berujar harus ada harapan nyata yang dibawa bagi generasi mendatang.


"COP 26 di Glasgow merupakan seruan mendesak untuk memberikan tanggapan efektif terhadap krisis ekologi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan krisis nilai yang kita alami saat ini," kata agamawan itu, dikutip Selasa (5/10/2021).

Paus juga menyebut bahwa pihaknya akan mengundang beberapa agamawan lainnya untuk hadir dalam konferensi di Vatikan yang bernama Faith and Science. Acara itu akan diselenggarakan beberapa saat sebelum COP 26 dilakukan.

Sementara itu pemimpin Anglikan, Uskup Agung Canterbury Justin Welby, mengatakan dunia membutuhkan "ekonomi bersih". Ini penting guna mengurangi emisi karbon dan meningkatkan pengembangan dan penggunaan energi terbarukan.

"Kami dalam 100 tahun terakhir menyatakan perang terhadap penciptaan," katanya, seraya menyerukan perubahan dramatis dan cepat dalam peraturan perpajakan dan perdagangan demi model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

"Dunia hanya punya sedikit waktu untuk memperbaiki ini," katanya lagi.

COP 26 sendiri akan diadakan selama dua minggu. Diprediksi akan banyak pemimpin dunia yang datang mengingat tekanan dunia yang semakin tinggi akan dampak dari bencana ekologis itu.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading