Kini Krisis Energi, Inggris Pede Produksi Listrik Bersih 2035

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
04 October 2021 19:21
Infografis: Fakta-fakta Krisis di Inggris

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris sejak beberapa pekan lalu tengah dilanda krisis energi akibat sejumlah faktor, mulai dari kendala pasokan gas, melemahnya pasokan energi terbarukan seperti dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ Angin (PLTB), hingga lonjakan harga gas. Tak ayal, baru-baru ini sejumlah produsen listrik negeri Ratu Elizabeth ini kembali menggunakan batu bara sebagai sumber pembangkit listrik.

Meski demikian, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan optimismenya bahwa Inggris tetap akan memproduksi "listrik bersih" pada 2035 mendatang sebagai upaya pemerintah mencapai target net zero emissions.

Inggris, yang akan menjadi tuan rumah KTT Iklim COP26 pada bulan depan, telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 78% pada 2035 dalam apa yang dikatakan Johnson sebagai target perubahan iklim paling ambisius di dunia yang akan menempatkan negara itu di jalur untuk menjadi produsen nol emisi bersih pada 2050.


"Melihat kemajuan yang kami buat dalam tenaga angin, di mana kami memimpin dunia sekarang dalam angin lepas pantai, melihat apa yang dapat kami lakukan dengan sumber terbarukan lainnya, penangkapan dan penyimpanan karbon dengan hidrogen secara potensial, kami pikir kami dapat menyelesaikannya produksi energi bersih pada tahun 2035," kata Johnson dalam sebuah wawancara media lokal, seperti dikutip dari Reuters, Senin (04/10/2021).

"Ini berarti bahwa untuk pertama kalinya Inggris tidak bergantung pada hidrokarbon, yang datang dari luar negeri, dengan segala keanehan harga hidrokarbon dan risiko yang ditimbulkan bagi kantong masyarakat dan konsumen."

"Kami akan bergantung pada pembangkit listrik bersih kami sendiri yang ... akan membantu kami juga menekan biaya," tuturnya.

Surat kabar The Times sebelumnya mengatakan bahwa Johnson akan segera mengikat Partai Konservatif-nya untuk meningkatkan investasi dalam energi terbarukan dan nuklir saat Inggris menghadapi krisis akibat kenaikan harga bahan bakar.

"Apa yang saya katakan adalah bahwa kita dapat melakukannya untuk seluruh produksi energi kita pada 2035, apa yang kita lakukan pada kendaraan pada 2030," kata Johnson, mengacu pada larangan penjualan mobil baru berbahan bakar bensin dan diesel pada akhir dekade nanti.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading