Kisah AgenBRILink, Tekad Ubah Ekonomi Keluarga Berbuah Manis

News - Advertorial, CNBC Indonesia
04 October 2021 00:00
adv bri

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekad mengubah kondisi perekonomian keluarga membawa Saprudin (40 tahun) bergabung menjadi AgenBRILink sekitar 6 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2015. Saat itu, Saprudin yang merupakan kepala rumah tangga adalah salah seorang nasabah Bank milik BUMN yaitu BRI.

Bermodal Rp 5 juta, Saprudin mantap menjalankan AgenBRILink yang menjadi pilihannya. Dari sinilah tantangan serta lika liku AgenBRILink dimulai, karena ada beberapa nasabah yang harus melakukan transaksi di atas saldo yang dimilikinya.

Tak kehilangan semangat, dia memiliki cara sendiri yaitu menyetorkan uang nasabah ke BRI Pontang terdekat, kemudian dilakukan transaksi sesuai dengan permintaan. Lambat laut dia menyadari jika cara tersebut cukup merepotkan, apalagi jika nasabah tak bisa lagi menunggu.


Imbasnya, sedikit demi sedikit nasabah mulai kehilangan kepercayaan akibat saldo yang dia punya tak mencukupi. Setelah putar otak, dirinya memutuskan untuk meminjam modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pontang sebesar Rp 20 juta.

Pinjaman ini digunakannya untuk memperlancar usahanya sembari dirinya terus menggaungkan manfaat transaksi perbankan secara cepat dan efisien. Tantangan lainnya adalah, dia merasa canggung ketika harus mengoperasikan perangkat pendukung yang menjadi bagian dari AgenBRILink. Namun, hal tersebut bisa diatasi olehnya.

Waktu berlalu, kini Saprudin mampu mengantongi penghasilan Rp 7 juta per bulan dengan menjadi AgenBRILink. Berkat keuletan dan kegigihannya, angka ini bahkan dikatakannya lebih besar dari penghasilan toko sembako yang setiap bulannya sebesar Rp 5 juta.

Dalam sehari, dia mampu melayani 60-70 transaksi, bahkan mencapai 100 transaksi pada akhir bulan. Karena potensi yang besar inilah, Saprudin resmi membuka 2 cabang AgenBRILink pada awal 2021. Hal ini dilakukan guna membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di masyarakat.

"Lumayan bisa menambah pemasukan keluarga dan bisa membantu istri saya mengelola usaha 2 AgenBRILInk dan usaha sembako saya . saya memiliki toko di rumah sendiri tidak sewa karena AgenBRILink itu diutamakan bagi nasabah yang memiliki usaha," jelasnya.

Salah satu warga yaitu Salma mengaku terbantu dengan AgenBRILink di desanya. Sebab, dengan AgenBRILink tersebut, dia bisa mendapatkan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha kue miliknya.

"Bukan saya saja, ada banyak warga disini juga yang dapat bantuan modal dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH)," katanya.

Warga lainnya, Ridwan juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku tak perlu lagi ke bank untuk mengurus bantuan PKH yang diperolehnya. Sebab, hal ini bisa dilakukan melalui AgenBRILink.

Bahkan saat ini pinjaman Saprudin sudah naik level menjadi Rp 200 juta dan dirinya ditunjuk menjadi Agen referral pinjaman dan simpanan. Kisah inspiratif ini menjadi cerita tersendiri. Keunikan lokasi kios AgenBRILink Saprudin pun menjadi kelebihan baginya, karna dia berada di pesisir pantai yang dimana nelayan selalu menyetorkan hasil tangkapan nya ke AgenBRILink Saprudin.

Belum cukup sampai di situ, Saprudin juga menjadi sekretaris dan kepercayaan desa yang dimana bantuan PKH dan pegawai-pegawai pabrik menjadi targetnya. "Banyak warga di sini sangat merasa terbantu sekali, dari pinjaman modal usaha disini mereka ini telah mengembangkan usaha seperti rumah makan dan sebagainya," katanya.

Tidak ada hari libur bagi Saprudin dan keluarganya. Ruangan berukuran 5x4 meter yang dijadikan tempat untuk melayani masyarakat selalu didatangi warga sejak pagi hingga pukul 11.00 malam setiap hari. Saprudin mengaku dalam sebulan saja transaksi yang dikelolanya mencapai lebih dari Rp 1 miliar dengan jumlah transaksi mencapai 3.000 orang.

Atas kinerjanya itu pihak BRI pun kini mempercayakannya untuk mengurus administrasi atau referral bagi warga penerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di desa tersebut.

AgenBRILink menjadi salah satu penggerak bagi tercipatnya inklusi keuangan di Indonesia. Untuk itu, OJK Bersama stakeholder terkait secara serentak di Indonesia melangsungkan Bulan Inklusi Keuangan sepanjang bulan Oktober. Pada bulan khusus ini, akan dilaksanakan berbagai macam program mulai dari kampanye dan sosialisasi terkait inklusi keuangan serta penjualan produk dan jasa keuangan lainnya.


(adv/adv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading