Internasional

Aljazair Geram Gegara Presiden Macron, Dubesnya Ditarik!

News - Bramudya Prabowo, CNBC Indonesia
03 October 2021 11:17
French President Emmanuel Macron reacts as he meets Portuguese Prime Minister Antonio Costa, Wednesday, Dec. 16, 2020 in Paris. French President Emmanuel Macron has tested positive for COVID-19, the presidential Elysee Palace announced on Thursday. (AP Photo/Francois Mori)

Jakarta, CNBC Indonesia- Aljazair mengambil langkah untuk menarik duta besarnya di Prancis dalam beberapa waktu lalu. Diketahui, ketegangan antara kedua negara ini, yakni Prancis dan Aljazair sempat meningkat, akibat pernyataan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membuat geram Aljazair.

Mengutip dari Le Monde, kondisi kedua negara tersebut memanas, saat Macron mengatakan bahwa Aljazair dipimpin oleh sistem politik-militer, sekaligus Aljazair juga disebut-sebut memiliki sejarah resmi yang direkayasa dan ditulis ulang.

"Sejarah ini [Aljazair] tidak didasarkan para kebenaran, tapi pada wacana kebencian terhadap Prancis," kata Macron, dilansir Le Monde, dikutip Minggu ini (3/10/2021).


Lantas, pernyataan tersebut membuat naik pitam Kepresidenan Aljazair, dan mengungkapkan bahwa pihaknya menolak campur tangan negara lain dalam urusan internalnya.

Tak hanya itu, Macron juga mengeluarkan pernyataan terkait kondisi politik Aljazair, yang menerangkan bahwa rekannya Presiden Aljazair Abdel Madjid Tebboune, terjebak dalam sistem yang sangat sulit.

Merespons hal itu, duta besar Prancis Francois Gouyette pun dipanggil oleh kepresidenan Aljazair, dan Kementerian Luar Negeri Aljazair pun ikut melayangkan protes terkait keputusan visa yang diberikan pada warga Aljazair, Maroko, dan Tunisia

"Anda dapat melihat bahwa sistem Aljazair telah dilemahkan oleh Hirak," ujar Macron.

Hirak yang dimaksud ialah merujuk gerakan pro-demokrasi yang memaksa presiden pendahulu Abdelaziz Bouteflika lengser dari kekuasaannya pada 2019 setelah dua dekade memimpin.

Langkah ini merupakan kedua kalinya Aljazair menarik duta besarnya dari Prancis. Penarikan sebelumnya terjadi pada Mei 2020 setelah media Prancis menyiarkan film dokumenter tentang Hirak, sebuah gerakan separatis Selatan, atau secara lokal dikenal sebagai Al-Hirak, gerakan politik dan organisasi paramiliter di Yaman yang aktif sejak tahun 2007.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading