Masih Ada Tol Sepi, Begini Kondisi Terkini Tol di Indonesia

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
29 September 2021 17:45
Presiden Joko Widodo meresmikan jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,27 Km, di depan gerbang tol Warugunung, Jawa Timur, Selasa  (19/12/2017). Tol Sumo terhubung dengan Tol Mojokerto-Kertosono (Moker) yang telah beroperasi sebelumnya, sehingga total Surabaya - Jombang - Kertosono 76 km dapat ditempuh hanya sekitar 1 jam saja, atau 2 jam lebih cepat dari jarak waktu yang harus ditempuh sebelumnya.

Foto udara ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jawa Timur. Tarif Tol Sumo ditetapkan  berdasarkan Kepmen PUPR No.916 tahun 2017 sebesar Rp 1.050 per km untuk tarif golongan I atau Rp 38 ribu untuk jarak terjauh. 

Tol Sumo menambah panjang ruas tol di Jawa Timur menjadi 199 Km. Tambahan ruas tol ini merupakan bagian dari ruas tol Trans Jawa (Merak-Banyuwangi) sepanjang 1.167 Km yang ditargetkan tersambung keseluruhan pada akhir tahun 2019. Sementara jalur Merak - Surabaya sendiri ditargetkan rampung pada akhir 2018.

Jakarta, CNBC Indonesia - Performa lalu lintas jalan tol saat ini sudah kembali menanjak pasca pengetatan mobilitas oleh pemerintah. Bahkan rata-rata mobil yang melintas sudah di atas dari tahun 2020.

Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) , Kris Ade Sudiyono, mengatakan performansi traffic jalan tol dilihat dari rata-rata lalu lintas harian sampai dengan Agustus 2021, menunjukkan penguatan yang cukup baik. Bahkan melonjak 8% - 10% lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata traffic harian di tahun 2020.

Padahal saat varian Covid - 19 Delta masuk yang membuat kacau pandemi di Indonesia bulan Juli kemarin, lalu lintas jalan tol anjlok karena pengetatan mobilitas. Kondisi terparah terjadi di wilayah aglomerasi.


"Bulan Juli dampaknya sangat signifikan, bahkan untuk jalan tol di wilayah aglomerasi bisa drop sampai 70%," kata Kris kepada CNBC Indonesia, (29/9/2021).

Namun melihat trennya, Kris optimistis pergerakan lalu lintas jalan tol semakin membaik, seiring dengan pemerintah mulai melonggarkan mobilitas masyarakat. Dimana kegiatan ekonomi juga mulai membaik.

Sehingga dari catatan ATI performansi di bulan September 2021, rata-rata lalu lintas harian lebih tinggi 15% dibandingkan performansi tahun 2020, dan hanya 5% lebih rendah hika dibandingkan dengan rata-rata lalu lintas harian sebelum pandemi di 2019.

"Melihat tren penguatan ini, kita berharap akan menutup performansi tahun 2021 dengan capaian yang lebih baik," katanya.

Menurutnya ini membuktikan industri infrastruktur jalan tol terbukti resilience namun memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan.

Kris menjelaskan industri juga membutuhkan dukungan dari Kementerian Keuangan dengan insentif fiskal dan moneter. Begitu juga dari Otoritas Jasa Keuangan dan perbankan melalui tingkat suku bunga yang lebih kompetitif.

"Dengan dukungan penurunan margin minimal 50%, beserta butuh dukungan dari Pemerintah Daerah berupa kelancaran komunikasi publik pembebasan tanah, kemudahan perizinan konstruksi, insentif relaksasi/diskon PBB dan retribusi daerah," katanya.

Masih Ada Tol Sepi

Jalan tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM) 38 Km, di Jawa Timur masih belum ramai, dan sulit mencapai target rata-rata lalu lintas harian.

Hal ini terungkap dari paparan, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, yang sedang menjelaskan upaya penyelamatan Waskita Karya, dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI, Senin lalu (29/9/2021).

"Tol Krian - Manyar ini sodetan dari Mojokerto ke Gresik secara teori baik, tapi ternyata tidak ramai pak, karena ada jalan nasional di situ. Setelah dibuka proyeksi lalin jauh di bawah target," katanya.

Menurut Kartika, sampai saat ini sedang memikirkan cara untuk membuat tol ini mencapai target lalu lintas harian. Salah satu rencananya adalah pembuatan interchange atau persimpangan.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading