Sri Mulyani Ungkap Evergrande & Utang AS Jadi Ancaman Buat RI

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
29 September 2021 13:10
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers APBN KITA edisi September 2021. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers APBN KITA edisi September 2021. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap sejumlah bahaya yang berpotensi mengganggu pemulihan ekonomi nasional tahun depan.

Hal tersebut dikemukakan Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam Webinar dengan tema Optimisme Pemulihan Ekonomi 2022 secara virtual, Rabu (29/9/2021).

"Kita tidak akan lengah terhadap perubahan global yang dinamis," kata Sri Mulyani.


Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun fiskal 2022.

Pemerintah masih berharap, sumbangan penerimaan negara tahun depan masih mendapatkan dukungan penuh dari dunia usaha. Dari global, pemerintah berharap tetap mendapatkan berkah dari harga komoditas.

Namun, Sri Mulyani menegaskan bahwa berkah dari kenaikan harga komoditas terhadap penerimaan negara tak serta merta tidak memiliki risiko.

"Ini memberikan dampak positif tapi akan memberikan konsekuensi terhadap postur APBN 2021 dan 2022. Ini yang harus kita waspadai," jelasnya.

Krisis Evergrande di China, dan perkembangan terkini dari Amerika Serikat (AS) seperti risiko peningkatan utang Paman Sam dan tapering juga menjadi hal yang akan terus diwaspadai pemerintah.

"Ini semuanya faktor yang harus kita waspadai. Kemungkinan terjadinya tapering moneter di AS. Jadi sambil kita lihat, kita jaga pemulihan ekonomi domestik kita," kata Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lepas Dari Resesi, Ekonomi RI Sudah Kembali Kayak 2019?


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading