Nah loh, 'Silicon Valley' India Bakal Larang Game Online!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
24 September 2021 21:00
Turnamen eSport Perebutkan Total Hadiah Rp2,4 Miliar

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas negara bagian Karnataka, India, sedang merancang peraturan terkait pelarangan permainan game online. Langkah ini diambil untuk membatasi perjudian yang seringkali menggunakan platform permainan dunia maya itu.

Mengutip Reuters, Jumat (24/09/2021), aturan itu saat ini sedang masuk draft amandemen Undang-Undang Kepolisian. Dalam rancangan itu, disebutkan bahwa game online telah menimbulkan kecenderungan terhadap aktivitas taruhan.

"Kami berusaha untuk melarang tindakan apapun atau mempertaruhkan uang dari hasil yang tidak diketahui, termasuk pada permainan terkait keterampilan," tulis aturan itu, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/9/2021).


Pemerintah negara bagian itu menambahkan bahwa UU itu diperlukan karena anak-anak muda dari daerah pedesaan yang menganggur selama pandemi Covid-19 ini "telah menunjukkan kecenderungan menjadi penjudi."

Bila aturan ini disahkan, Karnataka akan menjadi negara bagian India keempat yang melarang kegiatan game online dengan melibatkan hadiah uang setelah Telangana, Tamil Nadu, dan Andhra Pradesh.

Karnataka sendiri merupakan rumah bagi beberapa perusahaan teknologi terbesar di dunia yang bernaung di kota Bangalore. Beberapa perusahaan global yang menempatkan cabangnya di kota itu adalah Tesla, Dell, Redbus, Huawei, dan Oracle.

Sementara itu, industri game online di India telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Menurut laporan EY-All India Gaming Federation, India saat ini memiliki lebih dari 400 start-up game online dengan 360 juta gamer. Angka ini masih berpotensi naik tajam pada 2022.

"Gamer online diperkirakan akan tumbuh menjadi 510 juta pada tahun 2022 dan industri ini akan bernilai US$ 2 miliar pada tahun 2023," kata laporan itu.

 


[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading