Xi Jinping 'Ngamuk' ke Taiwan, China Kirim 24 Jet Tempur

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
24 September 2021 17:50
In this Sept. 3, 2015, file photo, two Chinese J-10 fighter jets fly in formation during a parade commemorating the 70th anniversary of Japan's surrender during World War II in Beijing. China on Tuesday, July 25, 2017, denied that two of its J-10 fighter jet pilots operated dangerously during an encounter with a U.S. surveillance plane in international airspace in which the American pilot took evasive action to avoid a possible collision. (AP Photo/Mark Schiefelbein, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara China dan Taiwan semakin menuju titik terburuk. Kali ini, Beijing memutuskan untuk mengirimkan kumpulan jet tempurnya ke wilayah udara Taiwan sebagai bentuk kekesalan atas aksi wilayah itu mengikuti kesepakatan perdagangan trans-Pasifik.

Mengutip Straits Times, Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan  China mengirimkan dua grup armada tempur udara yang terdiri atas puluhan pesawat tempur.

"Dua puluh empat pesawat Tentara Pembebasan Rakyat terbang ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan," ujar kementerian itu dikutip Jumat (24/9/2021).


Penerbangan itu terjadi sehari setelah Taiwan mengumumkan permintaannya untuk bergabung dengan kesepakatan perdagangan yang bernama Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). China, yang mengklaim Taiwan adalah miliknya, menyebut bergabungnya Taipei ke CPTPP merupakan aksi yang tidak dapat diterima.

"Kami dengan tegas menentang negara mana pun yang memiliki pertukaran resmi dengan Taiwan dan dengan tegas menentang aksi kawasan Taiwan ke perjanjian atau organisasi resmi apa pun," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian.

China diketahui juga mengajukan aplikasi untuk bergabung dalam aliansi dagang itu. CPTPP sejauh ini sudah mencakup Australia, Brunei, Kanada, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, Selandia Baru, Singapura, dan Vietnam. Bila digabung, seluruh negara ini menyumbang 13,5% total ekonomi dunia.

Di sisi lain, Jepang, yang merupakan rival regional China, menyambut baik ikutnya Taiwan ke dalam perjanjian itu. Tokyo menyebut ini merupakan sinyal baik bagi kerjasama di kawasan Pasifik.

"Jepang menyambut baik permohonan Taiwan untuk bergabung dengan Kemitraan Trans-Pasifik," kata Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.

Ketegangan antara Taiwan dan China sendiri telah meningkat sejak Tsai Ing-Wen terpilih sebagai presiden pada tahun 2016. Tsai sendiri menolak untuk menerima prinsip satu-China yang membuat Beijing murka. 


[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading