Covid Ngamuk, Sekolah di Singapura Balik Lagi ke Online

News - Ellen Gracia Natalia, CNBC Indonesia
18 September 2021 18:40
Teacher Rania Koukli prepares to record lessons that are broadcast on public television, at an elementary school in Athens, Wednesday, Nov. 18, 2020. Most other European countries have vowed to keep schools open, but the pandemic has hit Greece hard for the first time in recent weeks following a successful lockdown in the spring, overwhelming hospitals in parts of the country. State television is making and broadcasting lessons, while teachers sit in empty classrooms talking to remote students. Despite some problems, they say it keeps children in touch with their schools. (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negeri Singa Singapura terus mencatatkan lonjakan kasus virus corona. Akibatnya, ini membuat pembelajaran tatap muka kembali ditiadakan selama 10 hari menjelang ujian nasional di negeri tersebut.

Padahal sebelumnya, Singapura telah membolehkan pembelajaran tatap muka, bahkan untuk murid sekolah dasar.

Melansir Reuters, Sabtu (18/09/2021), keputusan ini disampaikan Kementerian Pendidikan Singapura, setelah jumlah kasus Covid-19 pecah rekor dengan penambahan 935 kasus positif baru, tertinggi sejak April tahun lalu.


Murid kelas 1 hingga 5 sekolah dasar akan kembali melakukan pembelajaran secara online pada tanggal 27 September hingga 6 Oktober mendatang. Sementara murid kelas 6 SD yang sebentar lagi akan menduduki Ujian Nasional, akan memulai pembelajaran online dari tanggal 25 September.

Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing mengatakan, pihaknya akan memastikan penyesuaian dilakukan pada Ujian Nasional kali ini, demi keselamatan murid dan juga orang tua murid di rumah.

"Dengan PSLE (Primary School Leaving Examination) yang sebentar lagi akan dilaksanakan, kita akan melakukan langkah penuh dan penyesuaian untuk memproteksi para siswa yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan menjaga keselamatan para keluarga di rumah," tuturnya.

Adapun lonjakan kasus di Singapura terjadi setelah pemerintah melonggarkan aturan kesehatan. Hal ini dilakukan pasca pemerintah Singapura yakin, dengan tingkat vaksinasi mencapai 80%, maka warga Singapura sudah memiliki herd immunity atau kekebalan kelompok.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading