China Bikin Vaksin Covid mRNA, Mau Saingi Pfizer & Moderna?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 September 2021 14:10
In this photo released by Xinhua News Agency, a medical worker injects a man with a COVID-19 vaccine at a healthcare center in Beijing, China, Saturday, Jan. 2, 2021. China authorized its first homegrown COVID-19 vaccine for general use on Dec. 31, 2020, adding another shot that could see wide use in poorer countries as the virus surges back around the globe. (Peng Ziyang/Xinhua via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Basis produksi Vaksin Covid-19 di China diharapkan bisa segera memproduksi vaksin Covid-19 mRNA mulai Oktober mendatang. Agar bisa semakin mendorong vaksinasi massal di China.

Vaksin ini dikembangkan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer, Suzhou Abogen dan Yunnan Walvax Biotechnology Co. Vaksin dengan nama ARCoVax itu diproduksi massal di pangkalan Yuxi Provinsi Yunnan China Barat Daya mulai bulan depan.

Mengutip dari Global Times, Pabrik tersebut sudah mendapatkan investasi sebesar 520 juta yuan dengan kapasitas produksi mencapai 200 juta dosis per tahun.


Disebutkan juga oleh Global Times vaksin mRNA buatan negara sendiri lebih aman dibandingkan yang dikembangkan oleh AS dan Jerman. Sebab pemilihan target antigen vaksin lebih tepat dan antibodi penetral yang diinduksi lebih tinggi.

Selain itu, biaya penyimpanan vaksin juga jauh lebih murah dari vaksin negara lain. Dikarenakan vaksin itu mengadopsi injeksi tunggal dengan satu paket dan bisa disimpan dalam suhu kamar selama seminggu atau pada suhu 4 derajat celcius dalam waktu lama.

Yunnan Walvax Biotechnology Co mengumumkan pada 31 Agustus lalu, ARCoVax sudah disetujui memulai uji klinis tahap akhir di Indonesia dan Meksiko oleh otoritas kesehatan setempat.

Seorang Ahli Imunologi dari Beijing menyebutkan vaksin MRNA diproduksi dalam negeri menunjukkan peningkatan besar China dalam teknologi mRNA dan posisi terdepan negara dalam bioteknologi.

Lebih lanjut dia menyampaikan teknologi ini bisa digunakan dalam bidang biomedis lain seperti obat terapi dan pengobatan cacat gen. Pilihan vaksin China akan diperkaya dengan penggunaan campuran dari berbagai jenis, yakni tidak aktif, MRNA atau adenovirus.

Diyakini juga oleh Ahli Imunologi jika vaksin mRNA Pertama ini bisa mendorong vaksinasi massal di China. Sebab vaksin mRNA menjadi vaksin booster yang tidak bisa dikesampingkan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading