Ini Daerah Utama Sasaran Eksplorasi Harta Karun Langka RI

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 September 2021 16:55
Logam Tanah Jarang

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus berupaya melakukan eksplorasi "harta karun" sektor pertambangan mineral bernama logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element. Selama ini data menjadi kendala utama dalam pengembangan potensi LTJ.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan, Indonesia dilalui jalur timah Asia Tenggara (ASEAN). Mulai daerah Sumatera bagian utara, ke selatan hingga ke Kalimantan Barat. Seperti diketahui, LTJ merupakan mineral ikutan dari komoditas mineral timah.

"Ini adalah jalur-jalur timah, berasosiasi dengan logam tanah jarang. Nanti arah survey akan kita lakukan ke sana untuk bisa speed up (mempercepat) penemuan-penemuan potensi logam tanah jarang yang lain," paparnya dalam Closing Bell CNBC Indonesia, Kamis (09/09/2021).


Menurutnya, ini menjadi prioritas karena sudah terbukti banyak berasosiasi dengan logam tanah jarang. Pihaknya telah membuat rencana untuk melakukan survei lebih lanjut terkait logam tanah jarang ini, terbagi menjadi dua strategi, yakni jangka menengah dan jangka panjang.

"Sudah petakan menengah, sudah petakan lokasi-lokasi mana saja yang akan kita survei untuk mencari keberadaan logam tanah jarang dan potensinya, 2021-2024 pulau utama Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua," paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk wilayah Sumatera, berdasarkan studi pendahuluan diketahui wilayah Tapanuli Utara memiliki potensi ditemukannya LTJ.

"Kita akan usulkan di situ wilayah izin usaha pertambangan dan pencarian daerah baru kemudian di sekitar Riau di Bangka ada Bangka Belitung untuk wilayah izin usaha pertambangan tanah jarang," tuturnya.

Kemudian, di Kalimantan Barat penyelesaian izin usaha logam tanah jarang, dan target yang sama juga di Sulawesi. Sementara untuk di Papua akan dicoba dengan melakukan pendahuluan dan mencoba melakukan identifikasi pada LTJ.

"Di Papua spec baru belum masuk ke sana awali dulu dengan pendahuluan dan coba identifikasi LTJ-nya," imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harta Karun Langka RI Berharga Rp 1,7 M/Ton, Batu Bara Lewat!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading