Beberapa Guru yang Tolak Vaksin di Sini Terancam Dipecat!

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
03 September 2021 13:10
Buruh Suntik Vaksin COVID-19 di Kemnaker. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sultan negara bagian Selangor, Malaysia, memberikan peringatan baru kepada guru dan pegawai negeri sipil yang menolak untuk menerima vaksin Covid-19. Sultan menyebut, dengan penolakan ini mereka terancam akan dipecat.

Mengutip Malaysia Mail, Sultan Sharafuddin Idris Shah, mengatakan ia mendapatkan laporan 268 guru sekolah dasar nasional dan 182 guru sekolah menengah nasional di Selangor menolak vaksin Covid-19. Ini menurutnya akan mengancam keamanan siswa di sekolah.

"Hal ini juga dapat membahayakan siswa SD dan SMP Negeri di Selangor dan hal ini harus mendapat perhatian dari pihak terkait," katanya dalam keterangannya Kamis (2/9/2021).


Selain guru, Sultan Selangor juga mencatat, ada kelompok signifikan yang menolak vaksin di kalangan guru agama dan juga penghulu nikah. Ia menyebut hal ini merupakan hal yang disayangkan, dan meminta otoritas berwenang agar berkomunikasi dengan mereka sehingga mau untuk divaksin.

"Untuk kelompok yang memilih untuk tidak divaksinasi ini, saya sangat sedih karena akan membahayakan diri sendiri dan masyarakat. Saya khawatir jika masih ada guru agama yang tidak divaksinasi, bisa merugikan siswa," sebutnya.

"Saya ingin mengingatkan guru agama yang masih keras kepala, mereka menghadapi kemungkinan tidak diizinkan untuk melanjutkan tugasnya. Begitu pula dengan petugas masjid dan penghulu yang menolak divaksinasi. Mereka juga menghadapi aksi yang sama," tegasnya.

Hingga saat ini kekhawatiran mengenai Covid-19 di Malaysia masih cukup tinggi. Pasalnya kasus harian di negara itu masih menembus angka di atas 20 ribu, yang juga membuat ICU di negara itu mulai ambruk dalam merawat pasien.

Sementara itu, gerakan untuk mempercepat vaksinasi juga sedang dikebut oleh pemerintah Negeri Jiran. Diharapkan pada Oktober mendatang angka vaksinasi sudah berada di level 80% dari yang saat ini masih ada di level 47,7%.

Mengutip Worldometers, total kasus Covid-19 Malaysia sejak pandemi tercatat 1.786.004. Di mana tercatat ada 17.191 kematian sepanjang corona menyerang.


[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading