Gak Cuma Rokan, Ini Daftar Proyek Migas Besar Pertamina

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 September 2021 14:57
Pekerja Beraktivitas di Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019). Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempunyai peran besar dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri. Terlebih, sejak 9 Agustus 2021 lalu Pertamina melalui anak usaha PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah mengambil alih kelola Blok Rokan, Riau dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Seperti diketahui, Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar kedua di Indonesia saat ini setelah Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil.

Namun demikian, Pertamina bukan berarti hanya mengandalkan Blok Rokan, perseroan juga memiliki sejumlah proyek besar lainnya yang ditargetkan bisa mendorong peningkatan produksi migas nasional ke depan.


Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan beberapa proyek besar untuk mendukung target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

Nicke menyebut beberapa proyek migas besar yang akan beroperasi pada beberapa tahun mendatang antara lain:
1. Proyek unitisasi gas Jambaran Tiung Biru (JTB) Blok Cepu, ditargetkan beroperasi pada 2021 ini.
2. Jirak WF, ditargetkan beroperasi pada 2021.
3. OPL PHSS, ditargetkan beroperasi pada 2022.
4. Rantau WF, ditargetkan beroperasi pada 2023.
5. South Senoro, ditargetkan beroperasi pada 2024.
6. North Senoro Phase 2, ditargetkan beroperasi pada 2027.

"Eksplorasi penting bagi kami dan Pertamina akan naikkan produksinya. Beberapa proyek sudah siap, misalnya JTB, Jirak WF, dan ada beberapa proyek utama dijalankan. Kami siap berikan kontribusi penuh untuk mencapai target produksi 1 juta bph dan 12 BSCFD gas pada 2030," tuturnya dalam "The 45th IPA Convention and Exhibition 2021" secara virtual pada hari ini, Rabu (01/09/2021).

Nicke juga mengatakan, perseroan juga memiliki target untuk bisa memproduksi minyak 1 juta bph dan produksi gas 4.300 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2030 mendatang. Target tersebut tidak hanya dari lapangan migas di dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, termasuk melalui upaya merger dan akuisisi lapangan migas di luar negeri.

Menurutnya, untuk mencapai target tersebut perseroan telah memiliki sejumlah strategi, antara lain:

1. Menjaga aset lapangan migas yang ada saat ini
Dilakukan dengan menjaga produksi dasar lapangan yang telah berproduksi saat ini, mempercepat sumber daya menjadi migas yang bisa diproduksi, dan mendorong kegiatan pengurasan minyak tahap lanjut atau Enhanced Oil Recovery (EOR).

2. Temuan baru
Pihaknya menargetkan adanya temuan baru yang besar (big fish discovery), serta melakukan eksplorasi di area terbuka Jambi Merang, dan melanjutkan studi bersama (joint study), dan lainnya.

3. Merger dan akuisisi
Pihaknya berencana membeli aset atau mengambil aset terminasi dari domestik maupun luar negeri, bekerja sama dengan pihak yang memiliki kompetensi dan teknologi, terutama untuk berbagi risiko dan biaya, serta mencari mitra strategis untuk beberapa proyek tertentu.

Meski demikian, pihaknya juga berupaya menjaga lingkungan hidup. Dia mengatakan, perseroan telah menekan 30% emisi karbon.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masuk Perusahaan Raksasa Fortune 500, Ini Kata Bos Pertamina


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading