Internasional

Waspada Varian Covid Baru (Lagi), Terdeteksi di Afsel-Inggris

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
30 August 2021 14:50
People pass a sign at Groote Schuur Hospital in Cape Town, South Africa, indicating a COVID testing station Tuesday, Dec. 29, 2020. South African President Cyril Ramaphosa has declared the wearing of masks compulsory and has reimposed a ban on the sales of alcohol and ordered the closure of all bars and beaches as part of new restrictions to help the country battle a resurgence of the coronavirus, including a new variant. (AP Photo/Nardus Engelbrecht)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian baru dari virus corona (SARS-CoV-2) terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel). Varian yang diberi nama C.1.2 ini dikhawatirkan jauh lebih menular dibandingkan varian sebelumnya dan bisa menghindar dari 'deteksi' vaksin.

Hal ini tertuang dalam sebuah studi pracetak baru oleh Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afsel dan Platform Sequencing serta Inovasi Penelitian KwaZulu-Natal. Laporan itu sendiri saat ini sedang menunggu peer review.


Dilansir dari The Jerusalem Post pada Senin (30/8/2021), varian C.1.2 pertama kali dideteksi para ilmuwan pada Mei 2021. Ini merupakan turunan varian C.1 ini, yang terdeteksi Januari 2021.

Dikatakan varian C.1.2 ini telah "bermutasi secara substansial" dibandingkan dengan C.1. Ini juga jauh lebih banyak bermutasi dibandingkan virus asli yang pertama kali terdeteksi di Wuhan atau Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VOI) lainnya yang terdeteksi sejauh ini.

Studi ini juga menemukan bahwa garis keturunan C.1.2 memiliki tingkat mutasi sekitar 41,8 mutasi per tahun. Hampir dua kali lebih cepat dari tingkat mutasi varian lain secara global.

Para ilmuwan menyatakan bahwa periode singkat peningkatan evolusi ini juga terlihat dengan varian Alpha, Beta dan Gamma yang selalu diikuti oleh lonjakan kasus. Sehingga mendorong tingkat mutasi yang lebih cepat.

Lebih dari setengah urutan C.1.2 memiliki 14 mutasi. Di antaranya N440K dan Y449H, yang telah dikaitkan dengan pelepasan antibodi tertentu.

Para ilmuwan menekankan bahwa kombinasi mutasi ini, serta perubahan di bagian lain dari virus, kemungkinan membantu corona menghindari antibodi dan respons imun. Termasuk pada pasien yang telah terinfeksi varian Alpha atau Beta.

Selain di Afsel, disebut pula varian ini ditemukan di negara lain. Yakni Inggris, Cina, Republik Demokratik Kongo, Mauritius, Selandia Baru, Portugal dan Swiss.

Para ilmuwan menambahkan bahwa dibutuhkan pekerjaan lebih lanjut untuk memahami dampak yang tepat dari mutasi ini. Termasuk membandingkannya dengan varian yang sudah muncul sebelumnya.

Hingga Rabu lalu, WHO telah mengidentifikasi empat VOC dan empat VOI. Sementara Kamis lalu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) telah mengidentifikasi masing-masing sebanyak lima dan enam.




[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukti Varian Baru Covid Ganas, Banyak Remaja Dirawat di RS


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading