Internasional

Jepang Temukan Kontaminasi di Vaksin Moderna Lagi

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 August 2021 09:30
A sign marks an entrance to a Moderna, Inc., building, Monday, May 18, 2020, in Cambridge, Mass. Moderna announced Monday, May 18, 2020, that an experimental vaccine against the coronavirus showed encouraging results in very early testing, triggering hoped-for immune responses in eight healthy, middle-aged volunteers.(AP Photo/Bill Sikes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jepang kembali menemukan kontaminasi dalam vaksin Covid-19 buatan Moderna. Hal ini membuat negara itu menambah lagi daftar lot vaksin Moderna yang tidak dapat digunakan.

Langkah itu diambil setelah pemerintah Jepang menyelidiki kematian dua pria yang menerima suntikkan dari lot vaksin Moderna yang sebelumnya dianggap tidak tercemar. Meski begitu, penyebab kematian dua pria ini belum dapat dipastikan.


Prefektur Okinawa, di Jepang selatan, mengatakan telah menangguhkan penggunaan suntikan Moderna di pusat vaksinasi utama di kota Naha.Namun tak disebutkan berapa banyak dosis 'dibuang'.

"Kami menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna karena zat asing terlihat di beberapa di antaranya," kata pihak berwenang di Okinawa dalam sebuah pernyataan.

Di Gunma, seorang pejabat mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya akan menangguhkan sementara beberapa lot yang terkontaminasi. Namun untuk lot vaksin Moderna yang dalam keadaan baik, suntikkan akan terus dijalankan.

"Kami terus menggunakan banyak Moderna yang tidak terpengaruh oleh insiden itu," ujarnya.

Sebelumnya Jepang menghentikan sementara penggunaan 1,6 juta vaksin Covid-19 buatan Moderna yang tersebar di beberapa lot. Disebutkan ada zat asing yang masuk ke vaksin-vaksin asal Amerika Serikat (AS) itu.

Moderna sendiri menyebut bahwa mereka sedang mengadakan penyelidikan. Mereka menduga ada masalah manufaktur di salah satu jalur produksi di lokasi manufaktur kontraknya di Spanyol.

"Moderna mengkonfirmasi telah diberitahu tentang kasus partikel yang terlihat dalam botol produk obat dari vaksin Covid-19-nya," kata Moderna dalam sebuah pernyataan.

"Perusahaan sedang menyelidiki laporan dan tetap berkomitmen untuk bekerja secepatnya dengan mitranya, Takeda, dan regulator untuk mengatasi hal ini," tambahnya, merujuk pada mitra Jepangnya, Takeda.

Secara keseluruhan populasi, hingga akhir pekan ini ada 44% warga Jepang yang sudah divaksin. Dari data Worldometer, Senin (30/8/2021) pagi, Jepang mencatat 22.784 kasus dan 45 kematian baru, ini membuat total infeksi dan pasien yang meninggal sejak pandemic menyerang menjadi 1.434.370 dan 15.896.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pengguna Moderna. Vaksin ini didapatkan langsung melalui hibah pemerintah AS.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid Mengganas, Tokyo dan 3 Kota Jepang Berstatus Darurat!


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading