Skandal BLBI

Tak Kooperatif, Tommy Soeharto 'Disentil' Sri Mulyani

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
27 August 2021 14:59
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Penguasaan Aset Eks BLBI oleh Satgas BLBI (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah memanggil 48 obligor dan debitur yang terlibat skandal. Ternyata tidak semua bersikap kooperatif, sampai ada yang diumumkan lewat surat kabar.

"Saya paham ada beberapa obligor dan debitur, ada yang langsung datang dan ada yang 3 kali pemanggilan. Dua kali kita panggil secara personal tidak datang, maka kita publikasikan," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat (27/8/2021)

Pernyataan Sri Mulyani merujuk kepada Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang harus membayar Rp 2,61 triliun. Hingga kemarin Tommy tak kunjung datang memenuhi panggilan.


Sri Mulyani berharap kepada seluruh pihak agar memiliki niat baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "Kalau ada niat baik dan mau selesaikan, kita akan bahas dengan mereka. Panggil 1 kali gak ada respons, 2 kali gak ada respons maka kami umumkan ke publik siapa-siapa beliau dan lakukan langkah selanjutnya," paparnya.

Persoalan ini sudah berjalan 22 tahun. Ditargetkan tagihan ini bisa selesai pada akhir 2023 mendatang. "Terpenting dapatkan kembali hak tagih pemerintah atas BLBI lebih dari 22 tahun lalu. Kalau 22 tahun kita keluarkan bunga di atas 10% dulu, sekarang suku bunga turun tapi itu tetap tanggungan luar biasa harus kita kembalikan," terang Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mangkir dari Satgas BLBI, Tommy Soeharto Bakal Dibui?


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading