Ada Fenomena, Lagi Pandemi Orang RI Beli Mobil Pilih Cash!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
26 August 2021 16:15
Avanza Veloz GR Limited (Dok. Toyota-Astra Motor)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada masa awal pandemi Covid-19, banyak leasing atau perusahaan pembiayaan yang mengetatkan persyaratan bagi calon debitur, termasuk dalam kredit mobil. Hal ini membuat peta penjualan mobil dari cara pembelian mengalami perubahan, termasuk cara pembelian mobil cash maupun kredit.

"Tren agak swing dari waktu ke waktu, dimana hampir 50%-50%, namun tahun lalu cash lebih tinggi 55%-45%," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy dalam acara TOYOTA Mobility Solution Digital Launch Kamis (26/8/21).

Banyaknya konsumen yang membeli secara cash bukan berarti daya beli masyarakat pulih. Namun, faktanya banyak leasing mengetatkan syarat kredit bagi calon debitur. Padahal, sebelum pandemi porsi masyarakat yang mengambil mobil secara kredit lebih besar.


"Dulu kredit lebih tinggi kisaran 55%-45%, sekarang karena pandemi agak berubah situasinya, cash meningkat. Tapi ke depan rasanya mengarah 50-50%," ujar Anton.

Prediksi mengenai berubahnya peta pembelian cash dan kredit tidak lepas dari program yang baru Toyota keluarkan, misalnya adalah EZDeal. Calon pembeli bisa mendapatkan produk keluaran terbaru, yakni Toyota Raize dengan cicilan mulai dari Rp2,7 juta per bulan. Selain Raize, Yaris bisa dicicil mulai dari Rp3,4 juta per bulan. Keduanya bisa diperoleh dengan waktu kredit selama 6 tahun.

Kemudian ada juga Trade-In, dimana pelanggan yang belum lunas dalam cicilan kendaraan bisa tukar tambah dengan unit baru.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kisi-Kisi Toyota Ertiga Bocor, Begini Penampakannya


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading