Covid-19 Belum Mereda, Ini 5 Provinsi Dengan Kasus Terbanyak

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
25 August 2021 17:50
Warga menjalani test antigen untuk mendeteksi Covid-19 di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta, Selasa (8/6). Satu RT di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, yakni RT 11, menerapkan lockdown atau penguncian wilayah sementara usai 22 warga dinyatakan positif covid-19.kasus aktif Covid-19 di wilayah RT 11/09 tersebut berasal dari klaster keluarga, namun ada kemungkinan besar juga berasal dari klaster kerumunan mengingat di wilayah tersebut terdapat taman yang digunakan oleh para warga secara bebas dalam beraktivitas. Dalam menangani kasus aktif Covid-19 di wilayah tersebut, pihaknya tak hanya menerapkan mikro-lockdown. Namun juga turut mendistribusikan bantuan-bantuan terhadap warga yang terdampak agar dapat melewati masa pandemi Covid-19. Puluhan warga yang positif itu kini menjalani isolasi di berbagai tempat. Bagi yang bergejala, dibawa ke rumah sakit, sisanya menjalani isolasi di Wisma Atlet dan rumah masing-masing.a (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah secara fluktuatif dan kini telah menembus 4 juta kasus. Kementerian Kesehatan mencatat pada Rabu (25/8/2021) kasus baru bertambah 18.671 orang sehingga totalnya 4.026.387 orang.

Adapun lima provinsi dengan penambahan kasus tertinggi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. Provinsi dengan penambahan kasus tertinggi pertama, pertama, di Jawa Barat sebanyak 5.464 orang, sehingga jumlahnya saat ini 681.304 orang.

Sementara pasien sembuh bertambah jauh lebih banyak dibandingkan kasus baru, sebanyak 13.486 orang. Dengan begitu jumlah pasien sembuh mencapai 634.833 orang. Sayangnya, penambahan kasus kematian di Jabar menjadi yang tertinggi hari ini sebanyak 270 orang. Dengan begitu kasus kematian di Jabar mencapai 13.090 orang. Saat ini kasus aktif di Jabar atau pasien yang membutuhkan perawatan mencapai 33.381 orang.


Kedua, Jawa Timur dengan penambahan kasus baru 1.619 orang, sehingga totalnya 376.784 orang. Sementara pasien sembuh bertambah lebih banyak dibandingkan kasus baru, sebanyak 2.690 orang. Dengan begitu pasien yang telah sembuh dari virus ini mencapai 332.152 orang.

Sayangnya, kasus kematian di Jatim juga masih tinggi dengan tambahan 206 orang, dan totalnya 27.273 orang. Jatim menjadi provinsi kedua dengan kasus kematian terbanyak setelah Jawa Tengah. Sementara kasus aktif di provinsi ini mencapai 17.359 orang.

Ketiga, Sumatera Utara dengan penambahan kasus baru 1.020 orang, sehingga totalnya 91.737 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 2.030 orang, sehingga totalnya 65.752 orang. Dalam beberapa hari terakhir Sumut masih provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

Kasus kematian juga masih bertambah sebanyak 28 orang, sehingga totalnya 2.194 orang. Saat ini kasus aktif di Sumut mencapai 23.761 orang, lebih tinggi dibandingkan Jatim, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Timur.

Keempat, DI Yogyakarta mencatatkan kasus baru sebanyak 873 orang, sehingga totalnya 146.736 orang. Kemudian pasien sembuh bertambah 1.207 orang, sehingga totalnya 126.389 orang. Sayangnya, kasus kematian juga masih bertambah sebanyak 39 orang dan totalnya kini mencapai 4.692 orang. Saat ini kasus aktif di DI Yogyakarta mencapai 15.655 orang.

Kelima, Kalimantan Timur dengan penambahan kasus baru 865 orang dan totalnya 147.854 orang. Kemudian pasien sembuh bertambah sebanyak 1.201 orang, dan totalnya 133.853 orang. Sementara itu, kasus kematian karena Covid-19 bertambah 39 hari ini, sehingga totalnya mencapai 4.935 orang.

Kabar baiknya, secara nasional pasien sembuh juga terus bertambah 33.703 orang. Dengan begitu jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 mencapai 3.639.867 orang. Peningkatan kesembuhan ini juga berkontribusi pada penurunan kasus aktif nasional. Saat ini kasus aktif mencapai 257.677 orang, sebelumnya kasus aktif Indonesia sempat menyentuh 500 ribu orang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan salah satu kendala utama dalam penanganan Covid-19. Kendala itu adalah testing epidemiologi masih rendah.

"Salah satunya karena masyarakat menolak di-trace/dites Covid-19," ujar Luhut.

Selain penolakan masyarakat, dua penyebab rendahnya testing epidemiologi adalah kontak memilih untuk melakukan tes secara mandiri dan menghindari kehilangan penghidupan sebagai konsekuensi menjadi kontak erat atau terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ini juga masalah. Kita tidak ingin orang yang positif itu berkeliaran menulari orang lain. Kalau masalah itu kena di dirinya saja nggak ada masalah. Tapi kan kita hidup bermasyarakat. Dan kalau itu nanti terjadi nanti tidak akan pernah bisa kita kendalikan," ujar Luhut.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading