Sri Mulyani Ungkap Dampak Delta ke 144 Negara, Brasil-Jerman!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
24 August 2021 09:14
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konfrensi Pers Mengenai Pemerintah & Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama dlm Pembiayaan Sektor Kesehatan & Kemanusiaan (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara berubah dengan adanya serangan pandemi Covid-19 dan varian delta yang diramal akan menekan ekonomi global tahun ini.

Bahkan Menkeu menyebut tekanan sudah terlihat di Brasil, Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Meksiko.

"Outlook ekonomi di berbagai negara kemudian berubah, yang menurun untuk 2021 terlihat Brasil dalam hal ini diturunkan, Jerman, Jepang, Korsel dan Meksiko," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama dalam Pembiayaan Sektor Kesehatan dan Kemanusiaan Sebagai Dampak Pandemi Covid-19, secara virtual di Jakarta, Selasa (24/8).


"Nanti akan di-update lagi menjelang annual meeting dan kita akan liat dampak delta yang menyebar ke 144 negara," katanya.

Dia mengatakan Indonesia harus mempersiapkan diri bagaimana hidup berdampingan dengan pandemi yang akan menjadi endemi. 

"Semua siapkan vaksinasi hingga muncul herd immunity,dan prokes di Indonesia dengan 5 M [mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas] dan implementasikan 3 T [Testing, Tracing dan Treatment] yang butuh biaya besar," katanya.

"Ini langkah-langkah menyelamatkan manusia dari ancaman kesehatan dan kondisi sosial menekan, dan menyelamatkan manusia dari sisi ancaman ekonomi, jadi ini faktor keselamatan dan kemanusiaan jadi dominan," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menilai prospek ekonomi global kian membaik. Semua itu berkat vaksinasi Covid-19 di berbagai negara sehingga memungkinkan perekonomian bergerak ditambah stimulus triliunan dolar yang diluncurkan Amerika Serikat (AS).

OECD menaikkan perkiraan pertumbuhan perekonomian global yang diproyeksi tumbuh 5,8% tahun ini dan 4,4% tahun depan, naik masing-masing dari 5,6% dan 4,0% dalam perkiraan terakhir pada Maret.

Untuk Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021. Hasilnya tidak jauh dari ekspektasi pasar.

Pada Kamis (5/8/2021), Kepala BPS Margo Yuwono melaporkan ekonomi Indonesia yang diukur dari Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 7,07% pada kuartal II-2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Ini adalah pertumbuhan positif pertama setelah empat kuartal sebelumnya selalu mencatat kontraksi (pertumbuhan negatif).

Sementara dibandingkan kuartal I-2021 (quarter-to-quarter/qtq), PDB Indonesia naik 3,31%.

Pemerintah sebelumnya sudah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 dari 4,5-5,3% menjadi 3,7-4,5%.

Menurut Sri Mulyani, lonjakan kasus positif corona yang kemudian diiringi dengan PPKM Darurat adalah risiko yang nyata bagi perekonomian Ibu Pertiwi. Konsumsi rumah tangga, yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi, akan melambat.

"Varian Covid-19 yang terus berubah dan ini menimbulkan ancaman. Jadi, (yang dibuat pemerintah) skenario moderat dan berat. Belum memasukkan skenario yang lebih berat," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Juli lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading