Sempat Dihapus, Data Kematian Masuk Lagi ke Indikator PPKM

News - Emir Y, CNBC Indonesia
23 August 2021 20:45
Penjelasan Luhut Soal Penurunan Level PPKM Jabodabek Hingga Surabaya(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Indonesia kembali memasukan data kematian dalam evaluasi level PPKM. Hal ini dilakukan seiring dengan membaiknya data kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah.

"Dalam evaluasi level PPKM diatas, Pemerintah kembali memasukkan data indikator kematian sebagai penilaian Asesmen Level sesuai acuan yang ditetapkan oleh WHO," ujar Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, dalam konferensi pers, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, hal ini terjadi karena perbaikan data kematian di beberapa wilayah yang sudah lebih baik, dan telah kasus-kasus kematian yang sebelumnya tidak terlaporkan sudah banyak dilaporkan.


"Namun, dalam beberapa hari kedepan akan kembali terjadi kenaikan tren kasus konfirmasi dan juga kasus kematian akibat tabungan kasus konfrimasi dan kematian yang dikeluarkan oleh beberapa Kabupaten/Kota," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan angka kasus kematian dari indikator penanganan Covid-19. Hal ini karena ditemukan masalah dalam input data akumulasi dari kasus kematian beberapa pekan sebelumnya.

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dengan dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan Covid-19, terdapat 26 kota dan kabupaten yang level PPKM-nya turun dari level 4 ke level 3. Menurutnya ini menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan.

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian," kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/8).

"Karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading