Wow, Negara Ini Naikkan Harga BBM Sampai 66%!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
23 August 2021 17:35
Perahu mengambang di depan terminal penyimpanan minyak VOPAK di Johor, Malaysia 7 November 2017. REUTERS / Henning Gloystein

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Lebanon menyampaikan akan segera menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai dengan 66%. Kenaikan harga ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi di negara itu.

Kenaikan harga akan segera diberlakukan untuk bensin dengan nilai oktan 95. Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari keputusan yang ditetapkan pada Sabtu lalu (21/08/2021) untuk mengubah nilai tukar yang digunakan untuk harga produk BBM dalam upaya untuk mengatasi kelangkaan pasokan.

Mengutip dari Reuters, Senin (23/08/2021), krisis bahan bakar minyak di Beirut memburuk pada bulan ini saat bank sentral sudah tidak lagi membiayai impor bahan bakar dengan nilai tukar yang disubsidi besar-besaran dan akan beralih ke harga pasar.


Atas kenaikan harga bensin ini, pemerintah juga menyadari dan menyampaikan keprihatinan atas dampak yang akan terjadi. Pada hari Sabtu kemarin bersama dengan bank sentral, kenaikan harga ini disepakati, tapi masih lebih rendah dari harga pasar, untuk memungkinkan impor bersubsidi dilanjutkan untuk saat ini.

Kenaikan harga ini artinya akan lebih menyulitkan warga di mana tingkat kemiskinan melonjak selama krisis keuangan dalam kurun dua tahun terakhir.

Keputusan ini sebelumnya diambil dalam pertemuan darurat Sabtu lalu, dihadiri oleh Presiden, Gubernur Bank Sentral, dan pejabat lainnya, yang membahas soal krisis bahan bakar yang membuat Lebanon mengalami kekacauan.

Kenaikan harga tidak sepenuhnya mengangkat nilai tukar untuk penetapan harga bensin ini karena bank sentral akan membiayai impornya, sementara selisih harganya akan dibiayai oleh negara.

Lebih lanjut disampaikan oleh pemerintah, bank sentral akan membuka rekening untuk tujuan tersebut hingga maksimal US$ 225 juta atau sekitar Rp 3,26 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$) sampai akhir September. Nantinya, pemerintah akan membayarnya di tahun anggaran 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Melejit, Pemerintah Diminta Kendalikan Konsumsi BBM


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading