Gara-Gara Vaksin Sinovac, Perusahaan Ini Bisnisnya Moncer!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 August 2021 20:33
Vaksin Sinovac. (AP/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemasok vaksin Covid-19 Sinovac di Malaysia, Pharmaniaga Bhd, mengatakan pendapatannya melonjak 82% menjadi RM 1,18 miliar atau setara Rp 4 triliun (asumsi Rp 3.414/RM) pada kuartal II-2021. Kenaikan ini didorong oleh penjualan vaksin kepada pemerintah Malaysia.

Laba bersih naik 37% menjadi RM 13.7 juta (Rp 46,7 miliar) dalam tiga bulan hingga 30 Juni kemarin, kata perusahaan itu dalam pengajuan dengan Bursa Malaysia pada Jumat (20/8/2021). Pharmaniaga telah mengumumkan dividen interim kedua sebesar 1,5 sen per saham.

Pharmaniaga sendiri telah memasok 12,4 juta dosis vaksin kepada pemerintah, dengan bagian terakhir dikirim pada 21 Juli. Pekan lalu, Pharmaniaga mengumumkan telah mendapatkan pesanan tambahan dari pemerintah untuk enam juta dosis lagi.


"Grup telah mengajukan persetujuan untuk vaksin yang akan digunakan untuk populasi remaja di Malaysia ke Badan Regulasi Farmasi Nasional (NPRA) dan setelah disetujui, itu akan menciptakan permintaan 6 juta dosis," katanya, dikutip dari The Star.

Baru-baru ini, vaksin Sinovac telah disetujui untuk populasi remaja, usia 12-17 tahun di Indonesia dan China. Selain itu, enam negara sedang mengevaluasi penggunaan Sinovac untuk remaja, karena tingkat infektivitas Covid-19 yang meningkat di kalangan anak-anak.

Sementara itu, sebuah studi baru di China menunjukkan bahwa suntikan ketiga vaksin Sinovac yang diberikan enam bulan atau lebih setelah dosis kedua akan meningkatkan kekebalan terhadap virus mematikan.

"Grup mengharapkan Sinovac untuk menawarkan suntikan booster segera, terutama untuk kelompok populasi yang rentan dan berisiko tinggi untuk menjaga perlindungan terhadap virus, terutama dari varian baru," kata Pharmaniaga.

Kelompok tersebut juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan Sinovac Biotech Ltd untuk memfasilitasi ekspor vaksin ke negara-negara yang menghadapi tantangan pasokan vaksin, termasuk Indonesia, Filipina, Kamboja, Thailand, serta beberapa negara Afrika.

"Perencanaan ke depan Pharmaniaga telah memungkinkan Grup untuk memanfaatkan peluang yang tepat ini," katanya.

Grup pabrik teknologi tinggi di bawah Pharmaniaga LifeScience Sdn Bhd baru-baru ini memperoleh persetujuan dari NPRA untuk memproduksi pengisian dan penyelesaian vaksin yang segera meningkatkan kapasitas pabrik dari 2 juta menjadi 4 juta dosis per bulan, mulai Agustus 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sisa Vaksin Cuma Buat 20 Hari, Menkes: Agak Mepet!


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading