Bus Listrik Bakal Hadir di Surabaya dan Bandung!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
18 August 2021 13:30
Bus listrik terparkir di Depo Transportasi Jakarta (Transjakarta), Cawang, Jakarta, Selasa (23/3/2021). PT Transportasi Jakarta menyampaikan pihaknya berencana mengoperasikan 30 unit bus listrik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut tahun ini kota Surabaya dan Bandung akan melakukan pengadaan bus listrik dengan skema buy the service.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

Dalam acara peluncuran "Pilot Project Program Konversi Sepeda Motor BBM Ke Listrik", Rabu (18/08/2021), dia mengatakan bahwa penggunaan bus listrik ini menjadi salah satu langkah percepatan program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).


"Kami diminta Pak Menteri untuk percepatan dan komunikasi dengan semua stakeholder. Kami laksanakan pembuatan roadmap, amanat Menko Maritim, untuk penggunaan angkutan massal bus berbasis listrik. Ada di dua kota besar 2021 yang kami lakukan penyediaan bus listrik dengan skema buy the service, di Surabaya dan Bandung," tuturnya.

Dia menjelaskan, di Kota Surabaya ada dua koridor bus dan di Bandung ada satu koridor. Menurutnya, satu koridor bus jaraknya sekitar 40 km dan dibutuhkan 20 kendaraan bus listrik.

Selain itu, pihaknya juga mendorong penggunaan bus listrik di bandara. Pihaknya merencanakan pengadaan bus listrik di wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Secara bertahap pihaknya akan menyiapkan regulasi mengenai kendaraan listrik ini.

"Kedua, menyangkut kendaraan bus di bandara, kami dorong ke bus listrik," ujarnya.

Selain Kemenhub yang mendorong pemakaian bus listrik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga punya program konversi sepeda motor berbasis BBM ke motor listrik demi mempercepat program KBLBB.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan saat ini biaya untuk konversi motor berbasis BBM ke listrik masih di kisaran Rp 10 juta. Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana berbagai teknologi sehingga manfaatnya semakin luas khususnya di pedesaan. Masyarakat pun tidak perlu membeli motor baru, namun bisa memanfaatkan kerangka yang lama.

Dia menjelaskan, untuk menumbuhkan tingkat keekonomian maka pasar bisa diciptakan. Pada 2030 ditargetkan konversi sepeda motor ke motor listrik akan mencapai 1,3 juta unit. Jika permintaannya besar, maka akan direspons oleh industri komponen.

"Ini kalau dia produksi komponen skala besar, ini akan lebih murah dan lebih efisien, maka tadi disampaikan bahwa biaya konversi ini masih sekitar Rp 10 juta, lumayan bagus, masuk bengkel butut, tapi keluar lebih mulus," paparnya.

Setidaknya 100 unit motor dinas Kementerian ESDM akan dikonversi menjadi motor listrik pada tahun 2021 ini.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading