RI Tak Akan Lepas Seutuhnya dari Covid, Siap Berdamai?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
17 August 2021 19:55
INFOGRAFIS, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Tes Pcr Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 sudah menyerang Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir. Belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan selesai. Oleh karena itu kita perlu bersiap menuju normal baru yang aman dari Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Prof. Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dalam konferensi pers, Selasa, (17/08/2021).

Pemerintah sudah melakukan pembatasan untuk mencegah penyebaran virus. Terutama pasca Idul Fitri, mencegah varian baru, sampai mencegah mobilitas. 


Meski sudah dilakukan berbagai pencegahan, namun lonjakan kasus kedua masih terjadi puncaknya 349.308 kasus dalam kurun waktu satu minggu. Atau naik 92,5% dari titik terendah.

"Jumlah kasus puncak kedua 4x dari puncak pertama dicapai 1,5x lebih cepat dari puncak pertama, hanya 9 minggu, puncak pertama 13 minggu. Disikapi dengan PPKM darurat dan mikro dan level 1-4 sejak 3 Juli," paparnya.

Melalui pembatasan yang dilakukan kasus mingguan dalam 4 minggu berturut-turut telah mengalami penurunan 41,6% dari puncak kedua. Meski tren sudah menurun, imbuhnya, perjuangan belum berakhir.

"Penambahan kasus tajam, kasus positif mulanya 1 tahun mencapai 1,5 juta, jadi 2 juta dalam 3 bulan, terus mengalami percepatan 3,5 juta dalam 2 bulan," jelasnya.

Peningkatan yang tajam juga terjadi pada kasus kematian, di mana saat awal pandemi butuh waktu 1 tahun mencapai 40 ribu kematian, menjadi 50 ribu dalam 2 bulan, 60 ribu dalam 1 bulan, dan 110 ribu atau 2x dalam sebulan terakhir.

"Peningkatan ini mendorong pemerintah berupaya maksimal meningkatkan angka kesembuhan. Ke depan kesembuhan ini ditingkatkan agar kematian bisa ditekan di tengah perjuangan kita hadapi tren kasus yang cukup baik dalam 4 minggu ini," lanjutnya.

Kasus Covid-19 yang masih terjadi menurutnya kita belum bisa lepas seutuhnya. Namun bisa beranjak menuju ke kehidupan normal baru yang produktif dan aman dari Covid-19.

"Tentu bukan diartikan lepas seutuhnya dari Covid-19 tapi capai kehidupan normal baru produktif aman dari Covid," paparnya.

Dia menjelaskan jika virus ini tidak akan sepenuhnya hilang. Namun di masa yang akan datang kekebalan masyarakat akan naik seiring dengan masifnya vaksinasi, faktor lainnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Tidak Ada Orang yang Bisa Aman dari Ancaman Covid!


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading