Nota Keuangan & RAPBN 2022

Defisit APBN 2022 Dipatok Rp 868 T, Setara 4,85% dari PDB!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
16 August 2021 11:46
Tak Ada Yang Aman Dari Ancaman Covid-19, Ini Pesan Jokowi!(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mematok defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2022 sebesar 4,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp 868 triliun untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia setelah pandemi covid-19.

Demikianlah dikutip CNBC Indonesia dari Buka Nota Keuangan 2022 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, Senin (16/8/2021)

Dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, defisit anggaran alami penurunan. Di mana 2020 sebesar 6,14% dan 2021 diperkirakan sebesar 5,82%.


Dokumen tersebut juga mencantumkan pendapatan negara yang ditarget Rp 1.840,7 triliun. Meliputi perpajakan Rp 1.506,9 triliun, PNBP Rp 333,2 triliun dan hibah Rp 600 miliar.

Belanja negara ditargetkan sebesar Rp 2.708,7 triliun yang terdiri dari Rp 1.938,3 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebisa Rp 770,4 triliun.

"Dengan mencermati dinamika perekonomian, perkembangan penanganan Covid-19, langkah-langkah pemulihan ekonomi serta upaya untuk mengatasi masalah struktural, maka arsitektur kebijakan fiskal harus antisipatif dan responsif, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kemampuan countercyclical dengan upaya pengendalian risiko agar sustainabilitas fiskal jangka panjang tetap dapat dijaga," tulis dokumen tersebut.

"Oleh karena itu, konsolidasi fiskal secara bertahap harus dilakukan dengan baik untuk mengembalikan pengelolaan fiskal ke arah yang lebih sehat, berdaya tahan, dan mampu menjaga stabilitas perekonomian ke depan serta harus disertai dengan reformasi APBN yang efektif dan konsisten".


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading