Biden Kirim Pasukan Tambahan ke Afghanistan, Bakal Perang?

News - Hidayat Arif Surbakti, CNBC Indonesia
15 August 2021 17:40
Biden gelar pesta di gedung putih. (AP/Patrick Semansky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden secara resmi menyetujui untuk mengirim pasukan militer tambahan ke Kabul Afghanistan untuk mengamankan proses penarikan mundur kedutaan AS serta membantu memindahkan personel militer dari Afghanistan ke tempat yang lebih aman.

Dalam pernyataannya, Joe Biden mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Taliban mengganggu proses pemindahan personel militer yang saat ini sedang dilakukan oleh AS.

"Berdasarkan rekomendasi dari tim diplomatik, militer, dan intelijen, kami telah mengizinkan pengerahan lima ribu tentara AS untuk memastikan kami dapat melakukan penarikan personel militer AS dan sekutu secara tertib dan aman" ujar Biden, Sabtu (14/08/2021).


Salah seorang pejabat pertahanan AS juga menambahkan, dari lima ribu tentara, telah ada empat ribu tentara dikirimkan sebelumnya dan seribu personel yang berasal dari Divisi Udara 82 akan dikirimkan dalam waktu dekat.

Biden juga menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak akan membiarkan Taliban melakukan tindakan yang membahayakan personel AS, ia juga mengancam akan melakukan tindakan militer jika pihak Taliban melakukan tindakan yang berbahaya bagi warga AS di Taliban. Biden bahkan mengeluhkan bahwa AS tidak dapat berbuat banyak terhadap Afghanistan di tengah konflik yang tak kunjung berakhir.

"Dalam kurun waktu satu tahun atau lima tahun lagi, kehadiran militer AS tidak akan banyak membuat perubahan jika pemerintah Afganistan tidak dapat mempertahankan negaranya sendiri, kehadiran Amerika Serikat di tengah konflik berkepanjangan di Afghanistan bahkan menjadi hal sulit diterima" kata Biden.

Selain menarik pasukan dari Afghanistan, pemerintah AS juga melakukan evakuasi bagi warga Afganistan dengan memberikan program visa khusus. Pihak Departemen Luar Negeri AS telah membuat daftar nama para pekerja dari Afganistan yang perlu dievakuasi mulai dari para jurnalis hingga para aktivis hak asasi manusia.

Seperti yang diketahui, Biden telah resmi mengakhiri misi militer di AS di Afghanistan pada 31 Agustus sebagai bentuk upaya untuk melepaskan diri dari konflik berkepanjangan setelah Al Qaeda menyerang Amerika Serikat pada 11 September 2001 silam. Meski mendapat sejumlah kritik, Biden tetap bersikeras untuk menarik sejumlah militer AS di Afghanistan dimana saat ini Taliban diketahui telah menguasai sejumlah kawasan di Afghanistan Utara dan mendekati kota Kabul yang membuat sejumlah negara barat ramai-ramai melakukan evakuasi terhadap warganya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading