Harga PCR di Indonesia Selangit, 10 Negara Ini Murah & Gratis

News - Cantika Adinda Putra, CNBC Indonesia
15 August 2021 13:20
Warga melakukan tes antigen/pcr di Altomed, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (9/8/2021). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pemerintah terus meningkatkan testing dan tracing atau pemeriksaan dan pelacakan kasus Covid-19.  Pemerintah bersama TNI, Polri dan lembaga lainnya akan terus berkoordinasi, memantau serta mengejar target tracing sebagai bentuk mitigasi terhadap penyebaran kasus Covid-19 di area Jawa dan Bali. Diketahui 9 Agustus 2021 merupakan hari terakhir PPKM level 4 setelah sebelumnya diperpanjang sejak 3 Agustus pekan lalu. Per 8 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan melaporkan total jumlah pasien positif corona adalah 3.666.031 orang. Bertambah 26.415 orang dari hari sebelumnya, penambahan kasus positif terendah sejak 2 Agustus 2021. Sepanjang 3-8 Agustus 2021, jangka waktu perpanjangan PPKM Level 4, rata-rata pasien positif bertambah 33.872 orang per hari. Turun dibandingkan rata-rata enam hari sebelumnya yaitu 37.144 orang setiap harinya. Pantauan CNBC Indonesia di hari terakhir jalanan ibukota di kawasan Jalan Gatot Subroto sudah ramai. Pengendara roda dua maupun roda empat memadati kawasan tersebut. Mobilitas warga dalam lingkup pemukiman juga berjalan normal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ini. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menjadi salah satu negara yang memasang harga tinggi untuk test Covid-19 dibanding dengan sejumlah negara di dunia. Di beberapa negara, bahkan test Covid-19 diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Di Indonesia, harga PCR dibanderol dengan harga Rp 800.000 hingga jutaan rupiah, tergantung dengan kecepatan data diterbitkan.

Jangka waktu untuk hasil tes PCR pun beragam, ada yang 24 jam, namun ada pula yang harus menunggu beberapa hari. Sementara untuk swab antigen, yang hasilnya bisa diketahui beberapa jam setelah dites, dipatok dengan harga kisaran Rp 100.000 hingga Rp 250.000.

Pemerintah melalui Kemenkes telah menetapkan tarif batas tertinggi untuk swab PCR mandiri sebesar Rp 900.000. Keputusan itu diambil setelah banyak pihak mengusulkan pemerintah menetapkan standar tarif karena harga selama ini yang terlalu mahal.

Berikut perbandingan harga test Covid-19 RI dengan sejumlah negara, sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber:

1. Australia

Berdasarkan situs healthdirect.gov.au, menyatakan tes corona bisa diperoleh warga secara gratis.

Adapun, bisa melakukan tes di fasilitas kesehatan umum, pusat pengujian seluler, atau praktik medis GP (General Practitioners atau dokter umum) yang menawarkan penagihan massal, masyarakat tidak perlu membayar untuk tes tersebut.

Masyarakat hanya membayar untuk jasa dokter umum, jika mereka tidak menawarkan tagihan massal, tapi tesnya sendiri tidak dipungut biaya atau gratis.

Pun untuk melakukan tes Covid-19, hanya perlu membawa kartu medicare atau jika tidak memilikinya, setidaknya membawa satu kartu identitas seperti SIM, kartu pelajar, atau kartu identitas lainnya.




2. New Zealand

Sama seperti Australia, tes Covid-19 di negara kiwi ini juga gratis. Hal tersebut diketahui dari sius covid19.govt.nz.

Tes Covid-19 yang gratis juga berlaku bukan hanya untuk warga negaranya, tapi juga berlaku untuk mereka dengan status imigrasi, kebangsaan, atau tingkat pertanggungan asuransi kesehatan masing-masing orang.

Bahkan pemerintah New Zealand menghimbau masyarakatnya, jika diminta pungutan biaya saat melakukan tes Covid-19, untuk melaporkan kepada dewan kesehatan distrik atau organisasi kesehatan primer setempat.

3. India

Di negara Bollywood ini, harga tes Covid-19 jauh lebih murah dar Indonesia. Mengutip India Today, Minggu (15/8/2021), pemerintah kota Delhi menetapkan harga PCR sebesar 500 rupee atau setara dengan Rp 96.000.

Harga ini turun dari yang sebelumnya pada kisaran 800 rupee atau setara Rp 150.000. Adapun untuk test swab antigen, pemerintah India menetapkan harga tes sebesar 300 rupee atau setara dengan Rp 58.000.

"Pemerintah Delhi secara drastis mengurangi harga tes Corona. Ini akan membantu orang biasa," ujar Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal melalui Twitter.

Tak hanya menurunkan harga, pemerintah India juga menginstruksikan seluruh laboratorium untuk memastikan bahwa proses dari pengambilan sampel hingga pemberian dan pelaporan diselesaikan dalam waktu 24 jam.



4. Malaysia

Malaysia juga tergolong lebih murah dari RI. Mengutip The Star, dari aturan Emergency Ordinance 20201 per 17 Mei, diatur berapa harga tes Covid-19 untuk laboratorium swasta.

PCR di wilayah Semenanjung Malaysia dihargai RM 150 atau setara dengan Rp 509.000. Sementara antigen dihargai RM 60 sekitar Rp 200.000.

Di Sabah dan Serawak, harga tertinggi untuk PCR adalah RM 200 atau sekitar Rp 679.000. Untuk antigen adalah RM 80 atau sekitar Rp 271.000.

PCR di Filipina Hingga ke Hong Kong
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading