Juli 2021 Jadi Bulan Terpanas yang Pernah Dicatat Manusia!

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 August 2021 17:30
A person walks on a boardwalk at the salt flats at Badwater Basin, Monday, Aug. 17, 2020, in Death Valley National Park, Calif. Death Valley recorded a scorching 130 degrees (54.4 degrees Celsius) Sunday, which if the sensors and other conditions check out, would be the hottest Earth has been in more than 89 years and the third-warmest ever measured. (AP Photo/John Locher)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertengahan tahun tepatnya bulan Juli 2021 diketahui sebagai waktu terpanas dalam setahun di Bumi. Namun Juli 2021 merupakan paling panas yang pernah dilaporkan dari waktu-waktu sebelumnya.

"Biasanya Juli merupakan bulan terpanas di dunia dalam setahun, namun Juli 2021 mengalahkannya sebagai Juli dan bulan terpanas yang pernah tercatat," kata Administrator Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) AS, Rick Spinrad dikutip France 24, Sabtu (14/8/2021).

Juli 2021 menjadi yang terpanas sejak 142 tahun lalu. NOAA melaporkan gabungan suhu permukaan daratan dan lautan adalah 1,67 derajat fahrenheit (0,93 derajat celcius), di atas rata-rata abad ke 20 yakni 60,4 derajat fahrenheit (15,7 derajat celcius).


Capaian suhu bulan Juli adalah 0,02 derajat Farenheit lebih tinggi dari rekor sebelumnya, yakni ditetapkan Juli 2016 dan disamakan dengan 2019 dan 2020.

Sementara itu, laporan Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa pada bulan lalu merupakan Juli terpanas ketiga tercatat secara global.

Dalam laporan terpisah, ilmu iklim PBB dari Panel Antar Pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC) menyebutkan dunia ada di jalur mencapai pemanasan 1,5 derajat celcius pada 2030 mendatang.

Spinrad menambahkan para peneliti dari seluruh dunia menyampaikan penilaian mengenai cara perubahan iklim. Dia juga menyebutkan laporan IPCC yang paling serius dan menemukan adanya pengaruh manusia pada fenomena perubahan iklim.

"Ini adalah laporan IPCC paling serius yang menemukan bahwa pengaruh manusia, secara tegas menyebabkan perubahan iklim, dan itu menegaskan jika dampaknya meluas dan meningkat dengan cepat," jelas Spinrad.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh Orang Ramai-ramai Bugil di Israel, Ada Apa?


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading