Ekonomi RI Melesat 7,07%, Ini Penyebabnya

News - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
05 August 2021 12:00
Karyawan menempelkan stiker produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang di jual di M Blok Market, Jakarta, Rabu (17/3/2021). M Blok market merupakan toko swalayan yang menjula 80 persen berbagai produk buatan dalam negeri dalam rangka mendukung program pemerintah dan mendukung kemudahan berusaha bagi UMKM.   (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - n dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Apa yang mendorong pertumbuhan impresif itu?

Margo Yuwono, Kepala Badan Pusat Statistik, menyebut seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi pengeluaran tumbuh positif. Tertinggi dialami ekspor yang tumbuh 31,78% yoy.


growthSumber: BPS

Konsumsi rumah tangga, tulang punggung perekonomian Tanah Air, tumbuh 5,93% yoy. Sejumlah indikator memberi konfirmasi bahwa konsumsi memang pulih.

"Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) adalah 104,42 pada triwulan II, konsumen meyakini bahwa ekonomi membaik. Indikasi lain adalah penjualan eceran yang tumbuh 11,62%. Penjualan whole sale mobil dan sepeda motor juga naik masing-masing 904,32% dan 268,64%," jelas Margo dalam jumpa pers, Kamis (5/8/2021).

Kemudian investasi, lanjut Margo, tumbuh 7,54%. Ini karena dukungan belanja modal dari APBN yang pada kuartal II-2021 naik 45,56% yoy.

"Kemudian data realisasi investasi dari BKPM menunjukkan pertumbuhan 19,21%," ujar Margo.

Sementara konsumsi pemerintah tumbuh 8,06%. Ini didorong oleh belanja barang dan jasa yang naik 82,1% dan belanja pegawai dengan pertumbuhan 19,79%.

"Kalau ekonomi lesu, biasanya yang menjadi stimulus memang belanja pemerintah," kata Margo.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading