Korban Tewas Banjir China Capai Lebih dari 300 Orang

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
02 August 2021 19:48
A man rides a bicycle through a flooded intersection in Zhengzhou in central China's Henan Province, Tuesday, July 20, 2021. China's military has blasted a dam to release floodwaters threatening one of its most heavily populated provinces. The operation late Tuesday night in the city of Luoyang came after several people died in severe flooding in the Henan provincial capital of Zhengzhou, where residents were trapped in the subway system and left stranded at schools, apartments and offices. (Chinatopix via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah korban tewas akibat banjir di China kini mencapai lebih dari 300 orang. Pemerintah provinsi Henan di China mengatakan sebanyak 302 orang tewas dan 50 masih hilang pada Senin (2/8/2021).

Dilansir dari CNBC International, Senin (02/08/2021), sebagian besar korban berada di Zhengzhou, ibu kota provinsi, di mana sebanyak 292 meninggal dan 47 hilang. Sepuluh lainnya tewas di tiga kota lain.

Rekor curah hujan membanjiri Zhengzhou pada 20 Juli lalu. Curah hujan yang terlampau banyak mengubah jalan menjadi sungai yang deras dan membanjiri sistem kereta bawah tanah.


Banjir langsung melumpuhkan kota dengan 10 juta penduduk itu. Selain jalur kereta bawah tanah tenggelam, jalan-jalan utama disebut berubah menjadi sungai deras dengan mobil-mobil tergenang.

Energi juga lumpuh total di kawasan itu karena hujan yang datang sejak Selasa sore pekan lalu. Listrik untuk warga kini sebagian besar padam. Seperti diketahui, hujan telah terjadi sejak 17 Juli dan terus datang hingga Selasa (20/7/2021) sore.

Sementara juga muncul video yang diposting online menunjukkan orang-orang yang terperangkap di dalam gerbong kereta bawah tanah saat air naik. Empat belas orang tewas dalam banjir kereta bawah tanah.

Di postingan Weibo, media sosial China, terlihat bagaimana air setinggi dada dewasa memenuhi gerbong yang sesak dengan manusia. Saat itu, lampu di line tersebut padam total di tengah waktu yang biasanya menjadi jam sibuk commuter beroperasi.

Kepanikan juga terlihat dalam video. Beberapa warga bingung dan ketakutan sementara yang lain menggendong anak-anak yang bepergian bersama mereka.

"Air bocor dari celah-celah di pintu. Semakin banyak. Kita semua yang bisa, berdiri di kursi kereta bawah tanah," cerita seorang wanita di Weibo, yang diketahui sedang dalam perjalanan pulang sekitar pukul 17.00 waktu setempat, dikutip AFP, Rabu (21/7/2021) lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Horor Banjir China, Warga Tewas Terjebak di KRL Bawah Tanah


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading