Hyundai & LG Bangun Pabrik Baterai EV di RI, Ini Peran IBC

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
30 July 2021 17:35
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Jakarta, CNBC Indonesia - Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah RI untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk memproduksi sel baterai untuk mobil listrik.

Lewat MoU ini, mereka akan berinvestasi US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$) untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.

Lalu, apa peran Indonesia Battery Corporation (IBC) atau PT Industri Baterai Indonesia setelah adanya kesepakatan kedua perusahaan asal Korea Selatan tersebut?


Adhietya Saputra, SVP Corporate Strategy & Business Development Indonesia Battery Corporation (IBC) atau PT Industri Baterai Indonesia, mengatakan bahwa IBC akan terlibat di semua rantai pasok.

Dia mengatakan, IBC akan berperan untuk membangun industri terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, perusahaan ini akan menyediakan bahan baku sel baterai dimulai dengan mengelola tambang nikel, membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel, pabrik olahan komponen baterai hingga sel baterainya.

"Kita mau develop industri terintegrasi mulai dari hulu di tambang nikel, processing bahan baku baterai, sampai baterai selnya. IBC terlibat di semua value chain," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/07/2021).

Dia mengakui, idealnya memang membangun industri hulu dan midstream-nya terlebih dahulu, baru setelah itu lanjut ke hilir. Namun pemerintah mendorong di sisi hilir perlu dipercepat karena pembeli sel baterai ini sudah tersedia, sehingga pabrik sel baterai oleh Hyundai dan LG ini akan dibangun terlebih dahulu.

"Idealnya bangun dulu dari hulu ke hilir. Pemerintah dorong ini, perlu dipercepat dan kita lihat di hilir, off taker (pembeli) baterai sudah ada. Nah, jadi pabrik sel baterai mereka bangun duluan karena off taker sudah jelas," jelasnya.

Seperti diketahui, pembangunan pabrik sel baterai oleh konsorsium Hyundai dan LG ini dijadwalkan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2021, dan akan selesai pada semester pertama tahun 2023. Sedangkan produksi massal sel baterai di fasilitas baru ini diharapkan akan dimulai pada semester pertama tahun 2024.

Pabrik sel baterai baru di Karawang akan dibangun di atas lahan seluas 330.000 meter persegi. Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan menghasilkan sel baterai lithium-ion NCMA dengan total 10 GWh setiap tahunnya, dan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 unit mobil listrik.

Karena IBC belum membangun pabrik komponen baterainya, maka untuk sementara waktu ketika pabrik sel baterai itu mulai beroperasi, maka bahan baku akan diimpor terlebih dahulu.

"Sambil tunggu industri hulu tumbuh, sementara bahan baku akan diimpor terlebih dahulu," ungkapnya.

Perusahaan menargetkan pabrik komponen baterai di hulu dan midstream akan beroperasi pada 2025.

"Kurang lebih di 2025 kalau sesuai target industri hulu dan midstream akan beroperasi, per 2025 akan disuplai dari dalam negeri bahan baku baterainya," tuturnya.

Seperti diketahui, Indonesia adalah salah satu produsen nikel terbesar di dunia, yang merupakan bahan baku utama untuk baterai kendaraan listrik. Pemerintah Indonesia juga telah secara proaktif membina ekosistem dan infrastruktur industri EV sehingga Indonesia dapat memainkan peran penting dalam kompetisi EV global.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading