Peneliti AstraZeneca RI Buka Suara, Booster Vaksin Perlu?

News - Redaksi CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
30 July 2021 15:15
Infografis/ Ini 3 Vaksin ‘Ampuh’ lawan virus Varian Delta/ Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu peneliti vaksin AstraZeneca asal Indonesia, Indra Budiansyah angkat bicara perihal perlu tidaknya pemberian booster vaksin Covid-19, khususnya vaksin AstraZeneca.

Menurut mahasiswa S3 Clinical Medicine di Oxford University tersebut, penurunan antibodi dalam jangka waktu tertentu setelah pemberian dosis lengkap vaksin adalah hal normal.

Namun ketika tubuh terinfeksi, antibodi akan diproduksi kembali dalam tubuh, sebab vaksinasi bekerja menghasilkan sel-sel memori yang bisa memproduksi antibodi.


Di samping itu, riset tentang perlu atau tidaknya pemberian booster atau suntikan ke-3 vaksin AstraZeneca telah dilakukan. Menurut riset, booster memang bisa menaikkan kembali antibodi.

"AstraZeneca sendiri memang kita sudah lakukan studi bahwa dosis ke-3 itu bisa me-maintain antibodi respons yang dihasilkan. Jadi ketika sudah turun kembali kemudian diberikan dosis ke-3, itu bisa kembali ke level yang kita inginkan," kata Indra, seperti dikutip detik.com , Jumat (30/7/2021).

"Tapi pertanyaannya, apakah diperlukan dosis ke-3? Di mana sekarang kita mengingat bahwa di Indonesia, banyak sekali orang yang belum mendapatkan dosis pertama atau menyelesaikan dosis 2, sedangkan jumlah dosis itu sangat terbatas," ujarnya.

Indra menjelaskan, untuk membentuk kekebalan, vaksin bekerja secara kelompok. Artinya, vaksinasi untuk orang-orang yang memang bisa mendapatkan vaksin juga berfungsi melindungi orang-orang lain yang tidak bisa mendapatkan vaksin.

Maka itu, pemberian dosis ke-3, khususnya pada masyarakat luas justru bisa menimbulkan ketimpangan antara stok dengan jumlah orang yang membutuhkan. Lain halnya untuk para tenaga kesehatan, pemberian booster menurutnya bisa dijadikan studi tersendiri.

"Dosis 3 saat ini sangat tidak perlu, terutama untuk masyarakat luas. Namun bagi kalangan kesehatan, mungkin itu bisa menjadi studi tersendiri bagi Indonesia untuk melihat bahwa, apakah dosis 3 itu efektif atau bisa mem-booster tenaga kesehatan setelah dosis 2? Atau tidak ada efektivitasnya sama sekali?" katanya.

Indra menegaskan, pemberian booster untuk nakes sebagaimana yang kini dijalankan di Indonesia harus diiringi pengawasan. Dengan tujuan, melihat ada atau tidaknya benefit serta efek samping yang ditimbulkan.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading