Produksi Minyak Pertamina di Luar Negeri Capai 97.300 Barel

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
30 July 2021 09:45
Lapangan minyak yang dikelola Pertamina Internasional EP (PIEP) di luar negeri. Dok: Pertamina Hulu Energi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Internasional EP (PIEP), unit bisnis PT Pertamina (Persero) yang mengelola lapangan minyak dan gas bumi di luar negeri, mencatatkan produksi minyak sebesar 97.300 barel per hari (bph) pada semester I 2021.

Direktur Utama PIEP John Anis mengatakan, realisasi produksi pada semester I 2021 ini mencapai 3% di atas target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021 sebesar 94.700 bph.

"Alhamdulillah produksi minyak kita tahun ini bagus, sejauh ini untuk YTD (year to date) sampai semester I 2021 3% di atas target RKAP 2021, di angka 97,3 ribu barel per hari dibandingkan target RKAP 94,7 ribu barel per hari," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/07/2021).


Dia mengatakan, produksi minyak yang lebih tinggi ini terutama karena kontribusi produksi dari lapangan minyak di Malaysia dan Irak.

"Yang cukup bagus dari Malaysia dan Irak," ujarnya.

Namun demikian, dia enggan menyebutkan perbandingan dengan periode yang sama tahun lalu karena menurutnya ada penurunan produksi secara alamiah dari lapangan-lapangan yang ada saat ini.

Sebelumnya, dia sempat menuturkan target produksi gabungan minyak dan gas PIEP pada 2021 ini turun tipis menjadi 154,1 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) dari 155,2 ribu BOEPD pada 2020.

Dia mengatakan, turunnya produksi migas dari lapangan di luar negeri tahun ini karena adanya pemotongan produksi yang ditetapkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/ OPEC).

"Target PIEP tahun ini tidak beda jauh dengan tahun lalu karena masih memperhitungkan curtailment (pemotongan) OPEC," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (18/02/2021).

Dia mengatakan, pemotongan produksi ini dilakukan di hampir semua wilayah kerja operasi Pertamina di luar negeri, termasuk di Gabon dan Angola.

Pertamina memiliki 13 wilayah operasi di 13 negara di luar negeri, antara lain di Aljazair, Malaysia, Irak, Kanada, Kolombia, Myanmar, Prancis, Gabon, Italia, Namibia, Nigeria, Angola, dan Tanzania.

Di Aljazair, Pertamina mengelola blok 405a yang terdiri dari Lapangan MLN, EMK, dan OHD.

Sementara di Malaysia, Pertamina mengelola enam blok dan dua lapangan unitisasi. Dan di Irak perseroan mengelola Lapangan West Qurna 1 yang diperkirakan memiliki cadangan yang dapat dipulihkan sekitar 22 miliar barel minyak.

Pada 2017 lalu Pertamina mengakuisisi perusahaan migas berbasis di Prancis, Maurel et Prom (M&P) sebesar 72,65%. Aset dari akuisisi Maurel et Prom itu antara lain ada di Prancis, Kolombia, Gabon, Italia, Myanmar, Namibia, Nigeria, dan Tanzania.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading