Malaysia Cs Lewat, Bila RI Kesampaian Beli Jet Tempur Ini

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
27 July 2021 13:15
A Rafale fighter jet lands on deck of the French aircraft carrier Charles de Gaulle, off the coast of the city of Hyeyres, southern France, Thursday, Jan. 23, 2020. France deploys the Charles de Gaulle aircraft carrier for a three-month mission to support International military operations in the Middle East, French President Emmanuel Macron said. (Philippe Lopez/Pool Photo via AP) Foto: Pesawat Milliter Prancis Rafale (AP/Philippe Lopez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa negara di Asia Tenggara sedang meremajakan jet-jet tempurnya termasuk Indonesia. Namun, sejauh ini dari rencana yang beredar pilihan jet tempur Indonesia dianggap lebih mumpuni.

Saat ini pemerintah Indonesia sudah memulai komitmen untuk pembelian 36 unit jet tempur Rafale dari Perancis, yang merupakan jet tempur multiperan bermesin dua.

Saat bersamaan negara tetangga, Filipina sempat mengincar jet tempur Lockheed - Martin F-16 Blok 72 Viper dari Amerika Serikat, meski belakangan condong pilihan pada Saab JAS 39 Gripen, keduanya jet tempur ringan bermesin tunggal.


Sedanhkan kabar terbaru dari Malaysia yang berkeinginan mendatangkan jet tempur Tejas Mk 1 A dari Hindustan Aeronautics Limited (Hal) buatan India. Dari pilhan-pilihan dua negara tetangga di atas, jet tempur Rafale pilihan Indonesia tentu lebih diunggulkan. 

Jet Rafale dengan persenjataanFoto: Jet Rafale dengan persenjataan
Jet Rafale dengan persenjataan

Lomba Jet Tempur 'Siluman' di ASEAN

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memang sedang mengincar sistem persenjataan (alutsista) yang berkelas. Salah satunya ingin meminang jet tempur siluman F-35 walaupun tawaran itu ditolak halus oleh Amerika Serikat dengan menawarkan F-16 Viper sebagai gantinya.

Akhirnya berpindah ke lain hati pada Rafale dengan menseriusi pembelian Rafale dari Perancis. Pada Februari 2021, Kepala Staf Anggatan Udara Indonesia Fadjar Prasetyo mengonfirmasi rencana pembelian 36 unit Rafale dan 8 F-15 EXs hingga 2024 nanti, seperti yang dilansir aerotime.aero (16/6).

Pada 7 Juni 2021, dilaporkan sudah ada penandatanganan letter of intent untuk pembelian pesawat ini saat kunjungan Florance Parly, Menteri Pertahanan Perancis saat ke Jakarta. Pembiayaan pembelian akan serupa dengan yang diusulkan oleh Perancis ke Mesir yaitu loan yang dijamin sebesar 80% dari total nilai kontrak.

Sementara itu, Filipina dikabarkan dikabarkan mendapat lampu hijau dari pemerintah Amerika Serikat untuk melepas selusin pesawat jet Lockheed - Martin F-16 Block 70/72 dan persenjataan lainnya, dengan total nilai US$ 2,43 miliar. Sudah dikabarkan lama Manila mengincar pesawat ini.

Namun, pemerintah Filipina masih pikir-pikir mencari opsi yang lebih murah. Pilihan kedua jatuh pada Saab JAS - 39 Gripen - C/D dari Swedia yang berada di generasi keempat,seperti yang dilansir Forbes (30/6).

"Pesawat itu (F-16) sangat mahal, jadi PAF (Philippine Air Force) mengevaluasi yang lain," kata Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana yang berkomentar tentang tawaran F-16.

Malaysia juga dikabarkan ingin menambah jumlah pesawat tempurnya. Tapi yang menjadi incaran adalah pesawat tempur ringan dari India LCS 'Tejas' Mk 1A generasi 4.5.

Melansir, Financial Express (21/7), Produsen pesawat Hindustan Aeronautics Limited (HAL) diharapkan menanggapi proposal permintaan (Request for Proprosal/RfP) dari Royal Malaysian Air Force (RMAF) atau Angkatan udara Malaysia. Yang telah mengirimkan permintaan global untuk pesawat tempur ringan berbiaya rendah.

Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh seorang anonim perwira tinggi kepada Financial Express Online. "Perusahaan akan menanggapi RfP dari RMAF untuk Light Combat Aircraft (LCA) 'Tejas'. Dan Itu harus dikirim pada akhir September (2021)," jelasnya.

Sebelumnya Direktur Utama Hindustan Aeronautics Limited R. Madhavan sudah membocorkan ada beberapa negara Asia Tenggara dan timur tengah yang menunjukkan minat pada pesawat tempur LCA 'Tejas Mk 1A.

Harga pesawat ini Rs 309 Crore (satuan hitung India, setara 10 juta) menjadikan ini adalah pesawat tempur termurah secara global. Walaupun ada biaya tambahan untuk layanan ekspor.

RMAF menyatakan minatnya pada pesawat ini pada 2019 lalu. Untuk pertama kalinya 'Tejas' memamerkan kekuatannya selama Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) di Malaysia.

Namun, peta kepemilikan jet tempur di kawasan akan berubah saat beberapa tahun ke depan Singapura akan kedatangan jet tempur siluman F-35, di sisi lain Vietnam juga dikabarkan mengincar jet tempur siluman generasi kelima buatan Rusia, Sukhoi Su-57.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Maaf! RI Belum Bisa Boyong Jet Tempur Canggih Generasi ke-6


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading