Alasan Orang Kaya Obral Rumah Elite: BU, Warisan, Bayar Utang

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
12 July 2021 13:40
Ilustrasi rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak masyarakat yang akhirnya menjual rumah di tengah pandemi Covid-19 termasuk mereka yang tinggal di kawasan elite DKI Jakarta. Keputusan ini umumnya muncul karena desakan dari keadaan yang tidak menentu akibat pandemi berkepanjangan seperti butuh uang (BU). 

"Latar belakang kalangan atas mulai mau melepas properti di kawasan elite misalnya karena usahanya nggak maju, jadi mau bayar kewajiban utang di bank yang lainnya. Kemudian ada juga yang sudah memasuki usia pensiun," kata Ketua DPC AREBI Jakarta Utara Jopie Hori kepada CNBC Indonesia, Senin (12/7/21).

Namun, ada juga yang menjual rumah elite untuk memilih punya rumah lebih kecil. Pasalnya, pemilik rumah hanya tinggal berdua dengan asisten rumah tangga, sementara anak-anaknya memilih tidak pulang ke Indonesia dan menetap di luar negeri.


Kondisi tersebut banyak dialami oleh orang kaya di kawasan Jakarta elite. Di Jakarta utara misalnya mengarah pada wilayah yang berbatasan dengan laut seperti Pluit hingga Pantai Indak Kapuk. Saat pandemi, tren penawaran ini makin banyak, sehingga berdampak pada suplai yang tinggi dan imbasnya harga turun.

"Penurunan harga di kawasan Kelapa Gading, Sunter, Muara Karang, Pluit, Pantai Indah Kapuk (PIK) yaitu kisaran 10% sampai 15% atau maksimal di 20%. Ada yang jual murah sampai 20% penurunan tapi tidak menjadi patokan harga secara keseluruhan. Ketika properti tersebut dijual sangat murah, karena rumah warisan yang mau dibagi kepada saudara yang lain," sebut Jopie.

Selain di Jakarta Utara, kondisi serupa juga terjadi di wilayah lainnya semisal Jakarta Selatan. Beberapa pemilik rumah menjual karena adanya desakan untuk membagi hasil penjualan untuk warisan, dan faktor lainnya.

"Sama ya seputar warisan, kemudian untuk biaya berobat, ada juga yang harus melunasi kredit karena properti dalam jaminan atau agunan, aset diam tidak menghasilkan atau karena butuh cash saja," jelas Ketua DPC AREBI Jakarta Selatan AREBI Jakarta Selatan Andria Dian Palupi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata Ini Tren Baru Orang Cari Rumah Saat Ada Pandemi


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading