Erick Thohir Usulkan PLN Dapat PMN Rp 8,23 T di 2022

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 July 2021 13:06
Menteri BUMN Erick Thohir (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI agar PT PLN (Persero) bisa mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 8,23 triliun pada 2022.

Hal tersebut disampaikan Erick saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (08/07/2021).

Usulan tersebut merupakan bagian dari total PMN kepada 12 BUMN dengan nilai mencapai Rp 72,45 triliun pada 2022.


"Karena ada penugasan kepada PLN, kami usulkan PMN untuk PLN Rp 8,2 triliun di 2022," tuturnya saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (08/07/2021).

Penugasan kepada PLN yang dimaksud tersebut antara lain berupa program pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan, membangun transmisi gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan untuk tahun pembangunan 2021-2022.

Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri I BUMN, menjelaskan, PMN kepada PLN dilanjutkan diberikan pada 2022 dengan tujuan membantu struktur keuangan dan memperbaiki permodalan PLN.

Dia mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan akan beroperasi pembangkit listrik berkapasitas 20 Giga Watt (GW) yang akan masuk ke sistem kelistrikan PLN, sehingga infrastruktur kelistrikan juga harus disiapkan.

Termasuk, imbuhnya, mempersiapkan sistem kelistrikan di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), antara lain Danau Toba di Sumatera Utara, Likupang di Sulawesi Utara, Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Borobudur di Jawa Tengah, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

"PLN memiliki penugasan utama bagaimana bisa menyediakan infrastruktur kelistrikan pada 2022 nanti, juga pengembangan lima daerah prioritas seperti Toba, Likupang, Bajo, Borobudur, Mandalika dan kebutuahn Rp 800 miliar untuk pengembangan lima daerah DPSP itu," jelasnya di forum yang sama.

Tak hanya itu, menurutnya dalam beberapa tahun ke depan PLN juga akan mengembangkan transmisi, distribusi, serta gardu induk listrik, dan pembangunan "jaringan pintar" atau Smart Grid. Pembangunan Smart Grid diperlukan karena pengembangan energi baru terbarukan (EBT) akan masif.

"Oleh karena itu, kami usulkan ada tambahan PMN di 2022 Rp 8,2 triliun kepada PLN," ujarnya.

Seperti diketahui, pada 2021 ini PLN menerima PMN sebesar Rp 5 triliun. Lalu, pada 2022 diusulkan naik menjadi Rp 8,23 triliun, dan 2023 dan 2024 diusulkan naik lagi masing-masing menjadi Rp 10 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Cuma Mampu Suntik BUMN Rp 38 T Tahun Depan


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading