Kejar Spekulan Obat & Oksigen, Kejati DKI Terjunkan Intelijen

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 July 2021 19:45
Pekerja menata tabung oksigen di tempat pengisian oksigen PT Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/6/2021). Pemprov DKI Jakarta mengerahkan kendaraan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau kedinasan di DKI Jakarta untuk membantu mendistribusikan oksigen ke berbagai Rumah Sakit rujukan Covid-19.  Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat sirkulasi tabung oksigen yang sempat mengalami kelangkaan beberapa hari lalu. Pantauan CNBC Indonesia beberapa truk dari perangkat daerah seperti Dishub DKI hingga SDA ikut mengantri mengambil oksigen. Antrian pengisian dilokasi tersebut juga memakan waktu lama. Salah satu sopir truk mengaku ia mengantri dari jam 7 pagi hingga pukul 15.30 belum juga bisa diangkut. Karena antrian truk yang begitu ramai. Tempat pengisian Oksigen ini melayani hingga 24 jam.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerjunkan tim intelijen untuk menyelidiki kelangkaan obat-obatan dan oksigen demi penanganan Covid-19.

"Terkait kelangkaan baik obat-obatan maupun oksigen, kami operasikan intelijen demi identifikasi penyebabnya. Jika ada pindana kami koordinasikan dengan Polda Metro Jaya," ujar Kepala Kejaksan Tinggi DKI Jakarta Asri Agung Putra dala, konferensi pers, Senin (5/7/20210).

Selain itu, kejaksaan juga menerjunkan jaksa-jaksa di tempat penyekatan PPKM Darurat dalam rangka penegakan hukum.


"Kami akan pilah yang mana pendekatan persuasif dan mana yang tindak pidana sesuai peradilan," ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sekaligus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawasi program percepatan pengadaan produk farmasi dan alat kesehatan di masa ini.

"Ini masa genting, bukan saatnya mengambil kesempatan pribadi. Sekali lagi, hukuman pasti menanti. Saya ulangi lagi hukuman pasti menanti bagi mereka yang melanggar hukum dan mengeksploitasi masa darurat untuk kepentingan pribadi," tegas Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi, Minggu (4/7/2021).

Dia meminta masyarakat umum yang sedang tidak menghadapi situasi kritis atau merawat pasien Covid-19 untuk tidak menimbun oksigen. Saat ini tengah diprioritaskan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat Indonesia.

"Distributor dan pelaku penimbun oksigen dan obat-obatan penting untuk perawatan Covid-19 adalah musuh masyarakat. Akan ada ganjarannya," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid-19 Makin Gawat, Indonesia Bakal Impor Oksigen


(dob/dob)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading