IDAI: Kami Menangis, Anak Meninggal Karena Covid 50% Balita!

News - Redaksi, CNBC Indonesia
05 July 2021 14:12
Petugas membawa peti jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19 di area khusus TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Jumat (15/1/2021). TPU Srengseng Sawah mulai menerima pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 sejak Selasa (12/1) lalu. Menurut petugas makam dalam tiga hari terakhir sudah 164 jenazah Covid-19 yang dikubur di TPU tersebut. Lahan pemakaman di Pondok Rangon dan Tegal Alur yang saat ini menjadi lahan pemakaman pasien Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang hampir penuh. Meski untuk jenazah pasien Covid 19, jenazah non Covid-19 masih bisa digunakan untuk pemakaman. Pantauan CNBC Indonesia sampai pukul 14.00 wib sudah 20 jenazah yang dimakamkan, dan kemungkinan akan bertambah lagi. Ada empat TPU di wilayah Jakarta yang digunakan untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19, yakni TPU Tegal Alur di Jakarta Barat, TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur, TPU Rorotan di Jakarta Utara, dan TPU Srengseng Sawah. Dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis, 14/1, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan Winarto mengatakan, lahan di TPU Srengseng Sawah digunakan untuk memakamkan jenazah Covid-19 muslim. Dalam menangani krisis lahan pemakaman ini, pihak TPU Pondok Ranggon maupun TPU Tegal Alur juga menerapkan makam tumpang. Namun, mekanisme tersebut harus mendapat izin pihak keluarga. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emosi Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Aman Bhakti Pulungan tak terbendung saat Rapat dengan Komisi IX DPR. Ia menyayangkan kasus Covid-19 yang menyerang anak makin tinggi.

IDAI mengungkapkan kasus testing Covid-19 yang terjadi tak merata.

"Kami mau menangis jadinya," kata Aman, Senin (5/7/2021).

"Covid-19 ini testingnya tidak merata. Dan anak jarang ditesting. Kasus anak yang meninggal ini terjadi karena terlambat testing."

Data IDAI menyebutkan, dari seluruh anak-anak yang meninggal 50% lebih adalah balita. Sebagian lahir saat pandemi covid-19.

Yang meninggal balita 50%. Kebanyakan lahir saat pandemiAman Pulungan



"Yang meninggal balita 50%. Kebanyakan lahir saat pandemi. Menangis kita lihat ini. Ini anak siapa, ini anak Indonesia. Anak-cucu kita," ungkap Aman.

Sampai 5 Juli 2021, data IDAI terungkap 140.877 kasus Covid-19 pada anak dengan konfirmasi meninggal hingga 556 anak.

Ia juga menyoroti, akan terjadi disrupsi layanan kesehatan bagi anak karena semua RS menangani Covid-19. "Imunisasi terganggu juga. Kesehatan anak ini bisa tidak terpantau semua menangani covid-19."



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Harus Tegas Hadapi Masyarakat Anti Vaksin Covid-19


(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading