Dari China Sampai Afrika, Ini 21 Negara Pemberi Utang RI

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
28 June 2021 08:46
Afrika Selatan

Jakarta, CNBC Indonesia - Utang pemerintah saat ini tengah jadi perhatian publik, setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengkhawatirkan pemerintah tak mampu membayar utang dan bunga utang.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan statistik Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia untuk bulan April. Angka sementara ULN dua bulan lalu berada di US$ 418 miliar atau hampir mencapai Rp 6 kuadriliun dengan asumsi kurs Rp 14.250/US$.

Posisi ULN tersebut tumbuh 4,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy). ULN luar negeri pemerintah mencapai US$ 208,9 miliar sementara ULN untuk BUMN sendiri mencapai US$ 60,4 miliar.


Apabila keduanya dijumlahkan maka total ULN pemerintah dan BUMN mencapai US$ 269,4 miliar. Dengan nilai kurs saat ini maka nilainya mencapai Rp 3,82 kuadriliun atau setara dengan 63,75% dari total ULN. Sebesar 32,25% sisanya adalah ULN swasta yang terdiri dari lembaga keuangan maupun non-keuangan.

Sampai dengan akhir Mei 2021, Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah sebesar Rp 6.418,5 triliun. Realisasi tersebut naik Rp 1.159,58 triliun dibandingkan posisi Mei 2020 yang mencapai Rp 5.258,57 triliun. Realisasi utang pemerintah sampai dengan Mei 2021 tersebut setara dengan 40,49% dari Produk Domestik Bruto.

Posisi utang pemerintah tersebut yang kemudian jadi perhatian BPK. Pasalnya pertumbuhan utang dan biaya utang yang ditanggung pemerintah sudah melampaui pertumbuhan PDB Nasional. Yang dikhawatirkan, pemerintah tak mampu membayarnya.

"Ini memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah dalam membayar utang dan bunga utang," ujar Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam rapat paripurna DPR, dikutip Senin (28/6/2021).

BPK memandang, sejumlah indikator menunjukkan tingginya risiko utang dan beban bunga utang pemerintah.

Rasio pembayaran bunga utang terhadap penerimaan negara pada 2020 mencapai 19,06%. Angka tersebut melampaui rekomendasi Dana Moneter Internasional (IMF) yang sebesar 7% - 10% dan standar International Debt Relief (IDR) sebesar 4,6% - 6,8%.

Adapun rasio utang terhadap penerimaan negara pada 2020 mencapai 369%, jauh di atas rekomendasi IMF yang sebesar 90% -150% dan standar IDR sebesar 92% - 167%.

Selain itu, rasio pembayaran utang pokok dan bunga utang luar negeri (debt service ratio) terhadap penerimaan transaksi berjalan pemerintah pada tahun 2020 mencapai 46,77%. Angka tersebut juga melampaui rekomendasi IMF yang sebesar 25% - 35%. Namun, nilai tersebut masih dalam rentang standar IDR yang sebesar 28% - 63%.

Total utang luar negeri Indonesia dari negara pemberi pinjaman mencapai US$ 217,67 miliar dollar AS. Negara pemberi utang Indonesia yang terbesar yakni Singapura dengan total nilai pinjaman mencapai US$ 68,02 miliar.

Di posisi berikutnya adalah Amerika Serikat dengan total nilai pinjaman yang diberikan sebesar US$ 30,82 miliar dollar AS. Sementara Negara Tirai Bambu, China menempati urutan keempat dengan total pinjaman hingga April 2021 sebesar US$ 21,45 miliar.

Halaman Selanjutnya >> Daftar 21 Negara Pemberi Utang ke Indonesia

Daftar 21 Negara Pemberi Utang ke Indonesia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading