Internasional

Israel Peringatkan Dunia soal Presiden Baru Iran, Kenapa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 June 2021 15:55
FILE - In this June 6, 2021, file photo, Naftali Bennett, Israeli parliament member from the Yamina party, gives a statement at the Knesset, Israel's parliament, in Jerusalem. If all goes according to plan, Israel will swear in a new government on Sunday, June 13, putting an end to Prime Minister Benjamin Netanyahu’s record 12-year rule and a political crisis that led to four elections in less than two years. The next government, which will be led by the ultranationalist Bennett, has vowed to chart a new course aimed at healing the country’s divisions and restoring a sense of normalcy.  (Menahem Kahana/Pool via AP, File)

Jakarta, CNBC IndonesiaIsrael mengutuk presiden baru Iran, Ebrahim Raisi. Negeri itu menilai Raisi adalah sosok paling ekstrem dan berbahaya, terutama terkait nuklir Teheran.

"Presiden baru Iran, dikenal sebagai 'Jagal Teheran'," kata Menteri Luar Negeri Yair Lapid di Twitter, dikutip dari Arab News, Senin (21/6/2021).


"(Ia) adalah seorang ekstremis yang bertanggung jawab atas kematian ribuan orang Iran. Dia berkomitmen pada ambisi nuklir rezim dan kampanye teror globalnya," ujarnya lagi seraya meminta dunia prihatin pada hasil tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri baru Israel Naftali Bennett menggambarkan kemenangan Raisi sebagai alarm untuk kesepakatan nuklir dengan Teheran. Sebagaimana diketahui, AS dan sejumlah negara tengah berdialog tentang kelanjutan perjanjian nuklir tahun 2015 (JCPOA) setelah dianulir Donald Trump di 2018.

"Pemilihan Raisi, menurut saya adalah kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangkit sebelum kembali ke perjanjian nuklir dan untuk memahami dengan siapa mereka berbisnis," tegasnya.

Pemerintah baru Israel telah menyatakan keberatan dengan kebangkitan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara kekuatan dunia dan musuh bebuyutannya, Iran. Israel melihat Iran yang bersenjata nuklir sebagai ancaman eksistensial.

Teheran membantah mencari senjata nuklir. Negara itu menyebut melakukan pengayaan

Raisi terpilih menjadi Presiden Iran, Jumat (19/6/2021). Ia berhasil mengalahkan ketiga lawannya itu dan mengamankan jabatan kedua tertinggi di negara itu hingga empat tahun ke depan.

Raisi menggantikan Hassan Rouhani setelah dua periode berturut-turut berkuasa. Ia mengalahkan tiga lawannya yakni Abdolnaser Hemmati, Mohsen Rezaei, dan Amir Hossein Ghazizadeh Hashemi.

Kemenangan Raisi telah diprediksi sebelumnya. Pria yang kerap menggunakan sorban hitam ini, sebagaimana ditulis AlJazeera adalah seorang sayyid, merujuk ke keturunan Nabi Muhammad SAW.

Mengutip BBC, Raisi sendiri merupakan seorang ulama berusia 60 tahun. Ia menjabat sebagai jaksa untuk sebagian besar karirnya.

Supporters of Iranian president-elect Ebrahim Raisi celebrate after he won the presidential election in Tehran, Iran, Saturday, June 19, 2021.   Initial results released Saturday propelled Raisi, a protege of the country's supreme leader, into Tehran’s highest civilian position. The vote appeared to see the lowest turnout in the Islamic Republic’s history.  (AP Photo/Ebrahim Noroozi)Foto: Pendukung presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi merayakan setelah ia memenangkan pemilihan presiden di Teheran, Iran, Sabtu, 19 Juni 2021. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Supporters of Iranian president-elect Ebrahim Raisi celebrate after he won the presidential election in Tehran, Iran, Saturday, June 19, 2021. Initial results released Saturday propelled Raisi, a protege of the country's supreme leader, into Tehran’s highest civilian position. The vote appeared to see the lowest turnout in the Islamic Republic’s history. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading