Kasus Covid-19 RI Kembali Meledak, WHO Minta PSBB Ketat!

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
18 June 2021 18:08
Petugas membawa peti jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19 di area khusus TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Jumat (15/1/2021). TPU Srengseng Sawah mulai menerima pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 sejak Selasa (12/1) lalu. Menurut petugas makam dalam tiga hari terakhir sudah 164 jenazah Covid-19 yang dikubur di TPU tersebut. Lahan pemakaman di Pondok Rangon dan Tegal Alur yang saat ini menjadi lahan pemakaman pasien Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang hampir penuh. Meski untuk jenazah pasien Covid 19, jenazah non Covid-19 masih bisa digunakan untuk pemakaman. Pantauan CNBC Indonesia sampai pukul 14.00 wib sudah 20 jenazah yang dimakamkan, dan kemungkinan akan bertambah lagi. Ada empat TPU di wilayah Jakarta yang digunakan untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19, yakni TPU Tegal Alur di Jakarta Barat, TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur, TPU Rorotan di Jakarta Utara, dan TPU Srengseng Sawah. Dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis, 14/1, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan Winarto mengatakan, lahan di TPU Srengseng Sawah digunakan untuk memakamkan jenazah Covid-19 muslim. Dalam menangani krisis lahan pemakaman ini, pihak TPU Pondok Ranggon maupun TPU Tegal Alur juga menerapkan makam tumpang. Namun, mekanisme tersebut harus mendapat izin pihak keluarga. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memberikan sebuah peringatan kepada Indonesia yang saat ini mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Selain itu infeksi varian corona baru juga cukup mengkhawatirkan.

Mengutip Associated Press, WHO menuliskan dalam sebuah laporan bahwa Indonesia perlu melakukan pengetatan protokol kesehatan masyarakat dan tindakan sosial, termasuk pembatasan sosial berskala besar.

"Peningkatan drastis tingkat hunian tempat tidur di Indonesia menjadi perhatian utama dan memerlukan penerapan langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat yang lebih ketat, termasuk pembatasan sosial berskala besar."

"Dengan meningkatnya penularan karena varian kekhawatiran, diperlukan tindakan segera untuk mengatasi situasi di banyak provinsi," lanjut laporan badan kesehatan PBB itu.

Indonesia sendiri melaporkan 12.600 kasus Covid-19 harian pada Kamis (18/6/2021). Secara total, 1,9 juta kasus telah tercatat dan 53 ribu kematian terjadi di negara ini sejak pandemi menyerang.

Petugas membawa peti jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19 di area khusus TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Jumat (15/1/2021). TPU Srengseng Sawah mulai menerima pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 sejak Selasa (12/1) lalu. Menurut petugas makam dalam tiga hari terakhir sudah 164 jenazah Covid-19 yang dikubur di TPU tersebut. Lahan pemakaman di Pondok Rangon dan Tegal Alur yang saat ini menjadi lahan pemakaman pasien Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang hampir penuh. Meski untuk jenazah pasien Covid 19, jenazah non Covid-19 masih bisa digunakan untuk pemakaman. Pantauan CNBC Indonesia sampai pukul 14.00 wib sudah 20 jenazah yang dimakamkan, dan kemungkinan akan bertambah lagi. Ada empat TPU di wilayah Jakarta yang digunakan untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19, yakni TPU Tegal Alur di Jakarta Barat, TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur, TPU Rorotan di Jakarta Utara, dan TPU Srengseng Sawah. Dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis, 14/1, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan Winarto mengatakan, lahan di TPU Srengseng Sawah digunakan untuk memakamkan jenazah Covid-19 muslim. Dalam menangani krisis lahan pemakaman ini, pihak TPU Pondok Ranggon maupun TPU Tegal Alur juga menerapkan makam tumpang. Namun, mekanisme tersebut harus mendapat izin pihak keluarga. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)Foto: Pemakaman jenazah korban covid-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki



Angka infeksi ini tercatat melonjak hampir 23% baru-baru ini usai Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan tertinggi tercatat terjadi di wilayah Kudus, Bangkalan, dan DKI Jakarta.

Sementara itu untuk infeksi varian Delta, sudah lebih dari 100 infeksi tercatat di Indonesia. Hal ini memberikan kekhawatiran lanjutan karena kenaikan infeksi virus yang pertama kali muncul di India ini juga ikut menulari nakes yang telah divaksin.

Menurut ahli epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman,infeksi nakes ini mungkin saja disebabkan karena penggunaan vaksin Sinovac, dimana sejauh ini belum diketahui keampuhannya terhadap varian ini.

"Data menunjukkan mereka memiliki varian Delta dan seperti yang kita ketahui mayoritas petugas kesehatan di Indonesia terkena Sinovac padahal sejauh ini kita masih belum tahu bagaimana vaksin ini efektif di dunia nyata melawan varian Delta," ucapnya.

Sementara itu Guru Besar FK UI, Prof Tjandra Yoga Aditama, memberikan peringatan bahwa masyarakat harus melaksanakan protokol kesehatan secara maksimal.

"Yang dapat dilakukan sekarang adalah melakukan 3 M, 3 T, dan vaksinasi secara benar-benar maksimal, bukan hanya sekedar optimal," pungkasnya .



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading