AS Minta Warganya Tak ke RI, Kemenlu: Tak Perlu Ditanggapi!

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 June 2021 15:44
Menlu RI Retno Marsudi Saat Serah Terima Simbolis Bantuan Ventilator dari AS (Dok. Kemenlu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru saja mengeluarkan imbauan untuk warganya yang berencana pergi ke Indonesia. Kementerian Luar Negeri Indonesia pun angkat bicara soal hal tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah mengatakan tidak perlu ditanggapi soal imbauan tersebut. Dia mengatakan pihak Indonesia juga melakukan hal yang sama yakni dengan memperingatkan WNI yang akan berpergian ke AS melalui aplikasi Safe Travel.

Dia mengatakan peringatan pada WNI adalah terkait dengan kasus kebencian atas warga negara Asia di AS.


"Tidak perlu ditanggapi. Sama halnya, kita pun melalui aplikasi Safe Travel memberi peringatan kepada WNI yang akan bepergian ke AS untuk berhati-hati atas meningkatnya kasus-kasus kejahatan kebencian terhadap warga negara Asia di AS," kata Teuku Faizasyah, kepada CNBC Indonesia, Sabtu (12/6/2021).

Sebelumnya AS mengeluarkan travel advisory di laman travel.state.gov. Warga setempat yang akan berpergian ke Indonesia diminta untuk mempertimbangkan kembali.

Imbauan itu berdasarkan alasan karena Covid-19, terorisme, dan bencana alam. Misalnya Pusat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC AS (United States Centers for Disease Control and Prevention) mengeluarkan Level 3 Health Notice atau Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan tingkat 3 pada Indonesia karena tingkat Covid-19 cukup tinggi.

Indonesia juga menerapkan pembatasan dan mempengaruhi masyarakat AS yang masuk ke tanah air. Di Indonesia memberlakukan karantina pada semua orang asing.

Travel Advisory itu juga meminta mengunjungi laman Covid-19 Kedutaan Besar untuk mengetahui informasi lebih lanjut soal Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, imbauan dikeluarkan karena adanya serangan teroris. Travel Advisory itu menuliskan meminta mempertimbangkan perjalanan ke Sulawesi Tengah dan Papua karena adanya kerusuhan sipil.

Teroris juga dituliskan bisa menyerang sedikit atau tanpa peringatan, serta menargetkan berbagai tempat yakni kantor polisi, tempat ibadah, hotel, bar, klub, pasar atau pusat perbelanjaan dan restoran.

Bencana alam juga jadi alasan imbauan berpergian itu. Disebutkan bahwa bencana seperti gempa bumi, tsunami atau gunung berapi dapat mengakibatkan terganggunya transportasi, infrastruktur, sanitasi dan ketersediaan layanan kesehatan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buka-bukan Menlu Retno Marsudi yang Batal Sambangi Myanmar


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading