Kasus Covid RI Melonjak Lagi, Sri Mulyani Tambah Deg-degan!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
11 June 2021 13:05
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (tangkapan Layar Youtube Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai dampak adanya lonjakan kasus positif Covid-19 di tanah air akan mengancam pemulihan ekonomi nasional.

Sri Mulyani melihat dua sisi kasus aktif Covid-19, dari belahan dunia misalnya. Berbagai negara menunjukkan suatu tanda-tanda positif, karena mereka berhasil melakukan vaksinasi dan pengendalian dan ekonominya mulai tumbuh dan pulih lebih cepat. Sementara di Indonesia justru kebalikannya.

"Kita sekarang di Indonesia menunjukkan adanya gelombang kenaikan, untuk Indonesia kita perlu melakukan kewaspadaan yang sangat tinggi," jelas Sri Mulyani dalam sebuah webinar, Jumat (11/6/2021).


Padahal, lanjut Sri Mulyani, pemerintah berharap pada 2021 dengan adanya vaksinasi dan tetap menjalankan protokol kesehatan, pemulihan ekonomi bisa rebound dan pulih.

"Itu bisa berjalan pada kuartal II dan akan berlanjut pada kuartal selanjutnya. Pemerintah tetap fokus menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi, itu perhatian kita saat ini, detik ini, pada hal-hal tersebut," tuturnya.

Seperti diketahui, kasus positif Covid-19 di tanah air sampai dengan Kamis (10/6/2021) terus melonjak, tercatat ada 8.892 kasus baru. Dengan demikian total kasus Corona yang ditemukan di Indonesia sejak Maret hingga Kamis, 9 Juni 2021 telah mencapai 1.885.942 kasus. Kemudian pasien sembuh dari Corona mencapai total 1.728.914 orang. Sedangkan total pasien yang meninggal dunia karena COVID-19 berjumlah 52.373 orang.

Dari data yang sama, tercatat juga lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi. Kelima provinsi itu yakni DKI Jakarta 2.091 kasus baru, Jawa Tengah 1.535 kasus baru, Jawa Barat 1334 kasus baru, DIY 455 kasus baru, Riau 438 kasus baru.

Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira juga berpandangan, lonjakan Covid-19 masih menjadi ancaman nyata bagi pemulihan mobilitas penduduk. Yang pada akhirnya akan membuat ekonomi bisa kembali kontraksi.

Mengingat, kasus lonjakan Covid-19 terjadi di provinsi yang memiliki proporsi cukup besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Misalnya saja Jakarta.

"Berkaca dari kasus India, jangan sepelekan naiknya kasus harian Covid-19, karena menghambat optimisme konsumen dan pergerakan logistik," jelas Bhima saat berbincang dengan CNBC Indonesia, dikutip Kamis (10/6/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading