Malaysia Naikkan Harga BBM, RI Harus Bersiap

News - Wilda Asmaini, CNBC Indonesia
10 June 2021 11:10
BBM

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk salah satu jenis bensin, yakni bensin dengan nilai oktan (Research Octane Number/ RON) 97.

Kementerian Keuangan Malaysia mengumumkan harga bensin RON 97 naik sebesar 2 sen dari RM 2,63 atau sekitar Rp 9.108 (asumsi Rp 3.463 per ringgit) menjadi RM 2,65 atau sekitar Rp 9.177 per liter. Kenaikan harga ini berlaku sejak 10-16 Juni 2021. Pasalnya, penetapan harga bahan bakar di Malaysia dilakukan per minggu sejak diperkenalkan kembali pada 5 Januari 2019, di bawah Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM).

Kenaikan harga BBM ini memang tak terlepas dari lonjakan harga minyak mentah dunia. Sejak awal tahun ini harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren positif. Dari posisi posisi US$ 53,54 per barel untuk harga minyak Brent dan US$ 50,01 per barel untuk West Texas Intermediate (WTI) pada 5 Januari 2021, kini telah melampaui US$ 70 per barel.


Harga kontrak Brent pada awal pekan ini mencapai US$ 71,65 per barel, sementara kontrak West Texas Intermediate (WTI) atau minyak light sweet sebesar US$ 69,45 per barel.

Harga minyak mentah dunia ini bahkan telah melonjak lebih dari 220% sejak jatuh di bawah US$ 20 per barel pada April 2020 lalu saat awal pandemi Covid-19 menyerang seluruh penjuru dunia.

Di Indonesia sendiri, sejumlah badan usaha penjual BBM non subsidi seperti Shell Indonesia dan Vivo juga telah menaikkan harga jual BBM di SPBU. Kedua pemilik SPBU ini menaikkan harga BBM jenis bensin mulai dari RON 90, 92, 95, hingga diesel non subsidi.

Adapun kenaikan harga mencapai sekitar Rp 675 sampai lebih dari Rp 1.000 per liter, dibandingkan harga pada Maret 2021. Untuk bensin RON 90 atau Shell Regular, Shell mematok harga Rp 10.520 per liter, naik dari sebelumnya Rp 9.500 per liter dan RON 92 Shell Super Rp 10.580 per liter, naik Rp 1.020 per liter dari sebelumnya Rp 9.560 per liter.

Sementara Vivo mematok RON 90 atau Revvo 90 seharga Rp 9.750 per liter, naik Rp 675 per liter dari sebelumnya Rp 9.075 per liter, dan RON 92 (Revvo 92) sebesar Rp 9.800 per liter dari sebelumnya Rp 9.125 per liter.

Kenaikan harga ini tampak jauh lebih mahal dibandingkan kenaikan harga yang terjadi di Malaysia.

Namun demikian, hingga kini PT Pertamina (Persero) sebagai penjual BBM retail yang mendominasi di negara ini belum juga menaikkan harga jual BBM non subsidi seperti Pertalite dan Pertamax.

Sejak awal tahun hingga kini harga Pertalite dan Pertamax Pertamina masih belum berubah, yakni Rp 7.650 per liter untuk Pertalite dan Rp 9.000 per liter untuk Pertamax, khususnya di Jakarta dan Pulau Jawa.

Lantas, apakah Pertamina juga telah mempertimbangkan untuk menaikkan harga BBM non subsidi ini?

Pjs SVP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, perseroan terus melakukan analisa dan evaluasi terhadap berbagai faktor yang menjadi komponen penting dalam penentuan harga BBM.

"Pertamina terus melakukan analisa dan evaluasi terhadap berbagai faktor yang menjadi komponen penting dalam penentuan harga BBM, sesuai dengan ketentuan peraturan (Menteri) ESDM terkait," jelasnya kepada CNBC Indonesia.

Pihaknya pun menyadari saat ini harga BBM Pertamina merupakan yang terendah dibandingkan harga BBM pesaingnya seperti Shell, Vivo, maupun BP-AKR.

Tapi, menurutnya opsi menaikkan harga masih terbuka, tapi tergantung dari Peraturan Menteri ESDM nantinya.

"Opsi terbuka yang menyesuaikan dengan peraturan," ujarnya saat ditanya apakah ada rencana menaikkan harga Pertalite dan Pertamax.

Perlu diketahui, di sisi lain Malaysia tidak mengubah harga bensin RON 95 dan diesel yang masing-masing kini seharga RM 2.05 (Rp 7.099) dan RM 2.15 (Rp 7.446) per liter.

Kemenkeu Malaysia juga mengatakan bahwa untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga minyak global, pemerintah akan mempertahankan harga tertinggi saat ini untuk bensin RON 95 pada RM 2,05 per liter dan solar pada RM 2,15 per liter, meskipun ada kenaikan harga pasar.

"Pemerintah akan terus memantau tren harga minyak mentah global dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kesejahteraan dan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu (9/6/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading