Internasional

Perang Dagang Basi! AS-China Kini Perang Vaksin, Nih Buktinya

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 June 2021 08:00
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan segera memberikan vaksin kepada beberapa negara di dunia yang belum memiliki akses vaksin yang cukup. Hal ini dikabarkan untuk menghalau pengaruh China dengan "diplomasi" vaksinnya.

Mengutip Reuters, Presiden AS Joe Biden merencanakan untuk menyumbangkan 500 juta dosis vaksin virus corona Pfizer ke hampir 100 negara. Ini akan dilakukan selama dua tahun ke depan.


"AS kemungkinan akan mendistribusikan 200 juta dosis tahun ini dan 300 juta lagi pada paruh pertama tahun depan ke 92 negara berpenghasilan rendah dan Uni Afrika," kata beberapa sumber pada Rabu (9/6/2021).

Selain vaksin Pfizer, Gedung Putih juga dilaporkan sedang melobi Moderna tentang membeli beberapa vaksinnya untuk disumbangkan ke negara lain. Lebih lanjut donasi akan melalui program vaksin Covax yang mendistribusikan dosis vaksin Covid-19 ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).

Pemerintahan Biden sebelumnya mengatakan akan membagikan 80 juta dosis vaksin di seluruh dunia pada akhir Juni. Vaksin yang akan dibagikan terdiri atas 20 juta vaksin Moderna serta Johnson & Johnson, dan juga 60 juta dosis vaksin Astra Zeneca.

Saat ini China, yang merupakan rival utama AS, memang diketahui sudah melakukan beberapa manuver dalam mendistribusikan vaksin buatannya ke negara-negara lain.

Baru-baru ini, Beijing telah membuat komitmen untuk menyumbang 40 juta dosis vaksin ke negara-negara Afrika. Selain Afrika, vaksin China juga telah disumbangkan ke beberapa negara Asia Tenggara, di antaranya Kamboja dan Myanmar.

Dalam era pemerintahan Biden, hubungan antara Beijing dan Washington sangat tidak harmonis. Biden selalu menyerang China melalui beberapa manuver yang terkait dengan pelanggaran HAM, demokrasi, dan juga pandemi Covid-19.

Terbaru, Biden mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan tinjauan intelijen lebih rinci tentang apa yang dia katakan sebagai dua skenario yang sama masuk akal tentang asal-usul pandemi Covid-19. Salah satu skenario itu adalah virus Covid-19 menyebar dari laboratorium virologi Wuhan.

Dalam menghadapi aksi Biden itu, Kementerian Luar Negeri China menganggap bahwa manuver Washington menganggap bahwa China merupakan biang dari pandemi ini merupakan sebuah pengalih perhatian.

Lawan Vaksin Rusia Juga?

Bukan cuma China, langkah ini juga untuk menangkal diplomasi vaksin Rusia. "Pemerintah juga menggunakan pasokan vaksin AS sebagai alat untuk melawan diplomasi vaksin China dan Rusia," ucap sumber.

Rusia pun beberapa kali dituduh menggunakan vaksin sebagai sebuah alat diplomasi. Vaksin Rusia Sputnik V sejauh ini telah digunakan beberapa negara seperti Maroko, Mesir, Belarus, India, serta China.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading