Amit-amit Kalau Tsunami 30 M Terjadi, APBN RI Pasti Tekor!

News - Tirta, CNBC Indonesia
04 June 2021 14:35
FILE - In the March 21, 2011, file photo, people look out at the tsunami damage from a hill where there is a shelter set up in a school in Minamisanriku, northern Japan. The earthquake and the tsunami it generated on March 11, 2011, killed about 18,000 people and devastated the coastline. Buildings in Minamisanriku were flattened, and more than 800 people in the city were killed or went missing. (AP Photo/Matt Dunham, File)

Menurut catatan Badan PBB yang berperan dalam menangani masalah bencana alam (UNDRR), pada periode 1978-1997 kerugian akibat tsunami ditaksir mencapai US$ 2,7 miliar. Namun jika ditotal kerugian akibat gempa dan tsunami bisa mencapai US$ 410,9 miliar. 

Namun pada periode 1998-2017, nilai kerugian akibat tsunami meningkat dengan tajam menjadi US$ 280 miliar dari total US$ 661,5 miliar akibat gempa dan tsunami. 

Jika berkaca pada Jepang, Negeri Matahari Terbit ini pernah dilanda gempa dan tsunami satu dekade silam di Tohoku. Biaya kerugian yang harus ditanggung saat itu diestimasi mencapai US$ 360 miliar atau setara dengan US$ 423,7 miliar dengan nilai sekarang apabila mempertimbangkan inflasi. 


Kemudian untuk kasus gempa dan tsunami yang melanda Samudera Hindia pada 2004 silam yang dampaknya mencakup Asia Tenggara, India dan Sri Lanka, kerugiannya ditaksir mencapai US$ 15 miliar atau setara dengan US$ 20,7 miliar nilai sekarang. 

Saat tsunami melanda Aceh 16 tahun silam sebanyak 1 juta orang di 1.550 desa dan menghuni 21.659 rumah terkena dampaknya. Lebih dari 166 ribu orang terenggut jiwanya dalam tragedi kemanusiaan kala itu. Sebanyak 127 ribu orang lagi dinyatakan hilang. Ini untuk kasus tsunami saja. 

Namun risiko bencana alam yang berpotensi melanda Indonesia tidak hanya tsunami, melainkan sangatlah beragam. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Centre for Research on the Epidemiology of Disaster (CRED) total kerusakan akibat bencana alam di Tanah Air mencapai US$ 19,8 miliar untuk periode 1907-2004. 

Hanya saja angka tersebut belum memperhitungkan tingkat inflasi hingga pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS. Artinya jika dihitung dengan nilai saat ini tentu saja kerugiannya akan jauh lebih besar.

Berdasarkan studi tersebut, dalam satu abad terakhir terhitung dari 1907 maka rata-rata kerusakan akibat bencana alam di Indonesia menelan biaya sebesar US$ 63,36 juta per bencana alam. 

CREDFoto: CRED

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah harus lebih aware terutama dalam hal langkah strategis untuk memitigasi risiko bencana alam yang sangat besar bagi Indonesia. 


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Ada Ancaman Tsunami Raksasa Hantam Jawa, Apa Bisa Diprediksi?

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading