Harga Minyak Rekor Terus, Transaksi Berjalan RI Bisa Jebol!

News - Tirta, CNBC Indonesia
03 June 2021 15:20
FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah yang terus meningkat dengan tajam perlu diwaspadai oleh Indonesia. Pasalnya sebagai negara nett oil importer, peningkatan permintaan bahan bakar bakal membuat impor naik yang akhirnya berujung pada jebolnya transaksi berjalan (current account) seperti satu dekade terakhir. 

Survei yang dilakukan Reuters terhadap 45 pelaku pasar menunjukkan ramalan harga minyak di tahun ini terus direvisi naik. Survei bulanan yang dimulai pada bulan kesepuluh tahun lalu menunjukkan bahwa rata-rata harga Brent masih diperkirakan di US$ 50/barel. 

Di bulan Mei pelaku pasar semakin bullish terhadap prospek permintaan minyak sehingga merevisi naik perkiraan rata-rata harga Brent tahun ini menjadi US$ 64,79/barel, meningkat dari bulan sebelumnya di US$ 64,17/barel. 


Jika dibandingkan dengan bulan Oktober tahun lalu maka ada revisi naik sebesar US$ 15/barel atau setara dengan sebesar 30%. Revisi naik ramalan tersebut senada dengan harga kontrak futures Brent sudah naik 38,5% sepanjang 2021. 

Ramalan Harga Minyak

Organisasi negara eksportir minyak (OPEC) memperkirakan permintaan minyak untuk tahun 2021 bakal meningkat sebanyak 6 juta barel per hari (bph) atau sekitar 6% dari permintaan global sebelum pandemi Covid-19 melanda. 

Vaksinasi yang terus digeber di berbagai belahan dunia terutama di negara-negara barat membuat optimisme pemulihan ekonomi dan konsumsi minyak dunia membaik. Baik IEA maupun OPEC memprediksi permintaan minyak bakal konsisten mengalami kenaikan dari kuartal kedua sampai kuartal keempat. 

Pada kuartal terakhir tahun ini permintaan minyak diproyeksikan sudah sangat mendekati konsumsi sebelum pandemi di 100 juta bph. Perkiraan OPEC lebih tinggi 100 bph ketimbang IEA.

Demand Minyak

Halaman Selanjutnya --> Awas CAD RI Melar Lagi

Awas CAD RI Melar Lagi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading