Waspada! Sri Mulyani Ungkap Ancaman Baru Picu Lonjakan Covid

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
31 May 2021 14:30
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 (Tangkapan Layar Youtube Bappenas RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman penambahan kasus Covid-19 belum selesai. Setelah adanya libur Lebaran pekan lalu, ancaman yang perlu diperhatikan adalah libur anak sekolah yang jatuh di bulan Juni.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat rapat kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (31/5/2021)

"Kita sudah selesai idulfitri, dampaknya baru terasa sekarang. Sebentar lagi masuk liburan anak-anak sekolah, ini akan menimbulkan another dynamic yang harus kita jaga," ungkap Sri Mulyani.


"Ini tahun kedua Covid-19 ada kecenderungan disiplin lebih rileks, ini harus diwaspadai sementara kecepatan vaksinasi kita belum secepat yang kita bayangkan, 1 juta per hari masih di bawah tingkat tersebut," terangnya.

Kondisi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, kata Sri Mulyani, dari sisi ketersediaan tempat tidur melonjak dua kali lipat dalam empat hari terakhir, dari 15% menjadi 30%. Hal itu dianggap masih terkendali meskipun tetap diwaspadai.

"Di daerah-daerah Sumatera terutama dan Kalimantan kenaikannya terjadi lonjakan tinggi. Ini dinamika yang harus kita lihat dan waspadai," jelasnya.

Bila kondisi terus memburuk maka mobilitas masyarakat juga akan terganggu. Sehingga mengganggu pemulihan ekonomi nasional.

"Karena selalu terjadi korelasi negatif begitu Covid-19 naik, maka mobilitas langsung menurun dan dampaknya kepada konsumsi. Sehingga untuk mendorong konsumsi di atas 5% tanpa menimbulkan kenaikan covid itu tantangan yang harus kita hadapi," terang Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading